Maksimalkan Pemain yang Ada

Jumat, 18 Oktober 2019

Selasa, 17 Sep 2019, dibaca : 564 , parijon, stenly

MALANG – Arema FC hanya kekeuh mendatangkan satu pemain saja di bursa transfer paruh musim ini. Praktis, usai mendatangkan gelandang Takafumi Akahoshi, tidak ada lagi pemain anyar didatangkan tim Singo Edan untuk putaran kedua Liga 1 2019.
“Insya Allah, sampai 17 September pukul 00.00 WIB, tidak ada pemain baru yang didatangkan lagi,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Menurut dia, Arema akan memaksimalkan pemain yang sudah ada saat ini. Tim pelatih sudah sepakat dengan 30 pemain yang ada. Sebab, bila harus mendatangkan pemain anyar, otomatis, dalam daftar pemain tersebut mesti ada yang dicoret.
“Ada peluang untuk menambah pemain U-23 jika kami tetap mempertahankan pemain yang senior. Tetapi, memang untuk sementara, pemain U-23 yang berkualitas pun juga tidak banyak pilihan,” papar dia kepada Malang Post.
Ia menuturkan, Arema juga enggan mendatangkan pemain di atas U-23 atau senior jika kualitasnya biasa. Sementara, pemain dengan status tersebut sangat minim di pertengahan musim ini.
“Kalau mendatangkan pemain yang baru, maka tugas tim pelatih adalah membangun chemistry dari awal lagi. Akhirnya, diputuskan tetap dengan skuad ini, tinggal kami memperkuat komunikasi antar pemain,” jelasnya.
Ruddy mengakui tetap yakin dengan skuad yang ada. Meskipun banyak pekerjaan rumah untuk pembenahan, terutama mengurangi angka kebobolan tim yang sangat tinggi. Sebab, selama 17 laga, Arema telah kebobolan 17 gol.
“Ini juga yang membuat tim pelatih yakin dengan skuad yang ada. Beberapa pemain bisa bermain multiposisi,” tambah pria asal Madiun itu.
Dia merujuk pada kemampuan Hanif Sjahbandi sebagai stopper. Lantas ada Muhammad Rafli yang merupakan gelandang namun moncer sebagai striker. Sementara, Ridwan Tawainella, yang sejatinya winger, malah sempat diturunkan sebagai gelandang bertahan.
“Kekurangan tim yang paling utama ya hanya pada pemain asing untuk menggantikan Pavel Smolyachenko. Setelah dapat Takafumi dan melihat penampilannya, kami tidak ragu,” tutur Ruddy.
Sejatinya, kritik tajam dilontarkan oleh Aremania terkait kebijakan Arema di bursa transfer paruh musim ini. Pasalnya, mereka telah beberapa kali dibuat deg-degan dengan hasil Arema yang tidak maksimal, termasuk dua laga home yang berakhir imbang.
Hal tersebut membuat Aremania berharap Arema bisa mendatangkan pemain yang berkualitas, sekalipun didatangkan untuk back up pemain utama. “Seharusnya Arema mendatangkan bek yang sepadan dan tidak membuat khawatir. Ketika Hamka atau Arthur absen, begitu juga ketika Alfarizi absen, Arema kesulitan,” ujar Aremania Dinoyo, Endra Wirawan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Arema kesulitan. Apalagi, sejak akhir putaran pertama lalu hingga laga pertama putaran kedua, banyak pemain yang absen.
“Jangan sampai cedera dijadikan alasan ketika Arema mendapatkan hasil negatif. Padahal ini pentingnya bursa transfer, tim bisa melengkapi kekurangannya,” pungkas dia. (ley/jon)



Rabu, 16 Okt 2019

PSM Partai Neraka Arema

Rabu, 16 Okt 2019

Ayo, Cetak Gol Lagi Comvalius

Loading...