Makam Sukun Bakal Punya Museum dan Kafe Kopi Tulang

Jumat, 18 Oktober 2019

Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 837 , rosida, sisca

MALANG – Pengembangan makam Nasrani Sukun, Kota Malang di bawah UPT Pengolahan Pemakaman Umum (UPT PPU) Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang akan memiliki museum dan kafe. Hal ini sebagai pengembangan TPU Nasrani Sukun yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya dan kopi merek tulang yang dikembangkan di kawasan makam.
 Kopi yang ditanam di sela-sela lahan makam yang pada awalnya perwujudan Grave Go Green Plus mendapat sambutan hangat. Tidak hanya itu, Kopi dengan bungkus coklat diakui sebagai perwujudan ekonomi kreatif karena keunikan dan kreatifitasnya. Sangat jarang tanaman produktif seperti kopi ditanam di area pemakaman. Kini pihaknya sedang menunggu hasil panen Kopi Tulang, kurang lebih 6 sampai 7 bulan lagi.
“Kira-kira bisa sampai 1 ton kopi yang bisa dipanen nantinya,” kata Bagian Administrasi UPT Pemakaman Umum Nasrani Sukun Hariani kepada Malang Post.


Ia mengatakan, jumlah ini sangat meningkat daripada tahun 2017 saat panen pertama yang hanya memanen sekitar 10 kilogram biji kopi.  Pasalnya di 2018 lalu, pihaknya  mendapatkan bantuan penanaman bibit kopi sebanyak 4.800 bibit pohon kopi yang akan dipanen dan menjadi produk andalan yakni Kopi Tulang.
“Intinya kita memang sedang menunggu panen. Tapi ada ini beberapa pohon yang sudah bisa dipanen, ada 3 kilogram sudah kita panen,” terangnya.
Bukan hanya produksi Kopi Tulang saja yang akan jadi andalan UPT PPU kedepan. Pengembangan kawasan makam menjadi destinasi wisata heritage juga tengah digencarkan dan dibuat konsepnya. Hariani menjelaskan, pihaknya merencanakan pembuatan kafe dan juga Museum TPU Nasrani Sukun kedepannya.
“Kami ada lahan di samping kantor ini yang bisa dimanfaatkan. Kafe untuk pengembangan kopi tulang, kalau Museum untuk mendukung Makam Nasrani Sukun sebagai kawasan cagar budaya,” tegas perempuan asli Malang ini.
Museum nantinya akan memuat sejarah dari Makam Nasrani Sukun. Akan dijelaskan mengapa makam tersebut disebut cagar budaya dan memuat sejarah-sejarah didalamnya.  Dilengkapi dengan foto-foto lawas pemakaman yang sudah ada sejak masa Masa Bouwplant III di bawah Pemerintahan H I Bussemaker I (Walikota Malang I tahun 1919-1929). Juga akan dipamerkan surat-surat administrasi kuno peninggalan pemerintahan Belanda dulu di makam ini.
“Juga akan dipercantik lagi makam-makam dan nisan kuno di area pemakaman. Apalagi yang tokoh Belandanya. Akan dibedakan makam tokoh Belanda dengan diberi cat berbeda atau tanda plus sejarah atau biografinya,” tandas Hariani.
Beberapa tokoh yang dimakamkan di TPU Nasrani Sukun ini diantaranya makam Dolira Chavid (Tante Dolly), Joseph Wang CDD Pendiri Hua Ind, Dr Ayke Pengikut Freemanson, ada pula CG Lavalette pendiri  RS Lavalete. (ica/red/aim)



Jumat, 18 Okt 2019

Kesataraan Polki dan Polwan

Loading...