MalangPost - Mabuk, Cek-Cok, Bacok Teman

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Mabuk, Cek-Cok, Bacok Teman

Senin, 01 Jun 2020, Dibaca : 2064 Kali

MALANG – Minuman keras (miras) tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga membuat seseorang meringkuk dalam penjara. Ardiansyah alias Dian, 32, warga Dusun Bumiayu, Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen ini, akhir pekan lalu harus mendakam dalam tahanan Mapolsek Kepanjen karena kasus penganiayaan. Dalam pengaruh miras, Dian membacok M Nur Alfaizi, 40, warga Perum Puri Kartika Asri, Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang.

   Baca juga : Tiga Warga Malang Tewas Usai Tenggak Alkohol Campur Soda


Untungnya luka bacok akibat sabetan senjata tajam jenis celurit tersebut, tidak sampai parah. Hanya menggores punggung sebelah kiri korban. Namun karena nyawanya terancam, korban melapor ke Polsek Kepanjen hingga tersangka Dian diamankan.


Sampai Senin (1/6/2020) , Dian masih menjalani pemeriksaan polisi. Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo menegaskan bahwa rentetan peristiwa penganiayaan dan penangkapan terjadi pada Jumat (30/5) malam hingga Sabtu dini hari.
“Kejadiannya bermula saat korban, tersangka dan beberapa saksi sedang minum minuman keras di sebuah gubuk di Jalan Dusun Bumiayu, Desa Kemiri Kepanjen,” ungkap Yatmo kepada Malang Post.


Semula pesta miras berjalan asyik. Namun setelah terkena pengaruh alcohol, emosi mereka meninggi. Terjadi cek cok mulut di dalam gubuk itu. Lucunya bukan tersangka Dian dan korban, melainkan saksi (teman Dian, red) versus korban.


Perselisihan saat itu hanya salah paham dan sempat mereda. Tetapi tiba-tiba saja ketika korban hendak keluar dari gubuk, tersangka Dian seperti kalap. Dia menendang dada korban, hingga membuat keduanya terjatuh di jalanan aspal.
Tak puas dengan menendang, tersangka Dian juga memukul badan korban berulang kali. Orang di dalam gubuk berupaya melerai dengan memegangi tubuh Dian dan memerintahkan korban untuk pergi menyelamatkan diri.


Alfaizi sempat melarikan diri dengan pulang ke rumahnya di Dusun Tempur, Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen. Tetapi tersangka Dian mengikuti, sembari membawa sebuah sebilah celurit. Begitu melihat korban di depan rumah, tersangka menyabetkan celurit itu ke arah korban tanpa basa-basi.
Celurit itu di arahkan ke arah tubuh korban, tapi berhasil dihindari dan hanya menggores punggung. Korban yang tidak terima lantas malaporkan ke polisi. “Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tandas mantan Kapolsek Bantur ini.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira