Luangkan Waktu Videocall Dengan Anak

Rabu, 16 Oktober 2019

Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 330 , aim, sisca

Meski sering berpindah tugas, melaksanakan tugas ke berbagai daerah, bagi Kol Inf Zainuddin tidak pernah terputus komunikasi dengan keluarga. Utamanya dengan sang anak semata wayangnya, Naufaldi Zadira Zainuddin.
Karena sedang bertugas di Malang, ia pun harus terpisah dengan sang anak yang saat ini sedang menempuh studi jenjang SMA di Bandung dan tinggal bersama neneknya disana.
Karena berjauhan, komunikasi pun dilakukan melalui platform media sosial. Zainudin dan istrinya drg Ira Bugiartie Zainuddin selalu menyempatkan diri menghubungi anak via whatsapp.
“Ya biasanya saya yang duluan kalau dia (anaknya,red) biasanya kalau ada kebutuhan dia videocall saya,” tutur Zainudin menceritakan hubungannya dengan anaknya tersebut.
Ia menceritakan, ketika dihubungi duluan oleh anaknya ini, hal tersebut bukan berkaitan dengan finansial semata. Tetapi anaknya selalu mencari sang ayah ketika hendak melakukan sebuah presentasi atau hendak berbicara di depan umum.
Inilah karakter sang anak yang mirip dengan dirinya dan membuat keduanya terus dekat satu sama lain. Zainuddin sempat menceritakan pengalaman unik dengan anaknya tersebut di saat sang anak hendak membawakan pidato di sekolahnya.
“Ya dia itu Ketua MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dia minta saran materi pidato. Dia minta saya buat lalu saya kirim ke dia. Sudah saya kirim, eh dia malah bilang ‘bagusan punya saya’,” cerita Danrem murah senyum ini.
Ia menggunakan cara mendidik dengan menanamkan konsep demokrasi sejak kecil pada putranya. Apapun yang hendak dilakukan atau diinginkan semua diputuskan lewat komunikasi, atau berdiskusi.
Contohnya saat putranya kecil dan hendak pergi jalan-jalan sekeluarga, Zainuddin memberikan kesempatan pada anaknya memilih tempat. Putranya kemudian mengatakan ingin pergi ke kawasan candi-candi.
“Ya kami berdiskusi kenapa dia mau kesana, apa yang dia mau tau disana dan kenapa tidak memilih tempat lain. Kalau saya pasti akan mengizinkan ketika alasannya benar dan memang masuk akal,” tegasnya.
Apakah sang anak hendak menuruti jejak sang ayah berkarir di milter? Zainuddin menerangkan ia sempat membicarakan hal ini dengan anaknya tersebut. Meski begitu ia tidak pernah mendapati anaknya mengucapkan ingin ikut seperti dirinya, berkarir di dunia milter.
Terkadang berubah-ubah, kata Zainuddin. Pernah mengatakan ingin menjadi dokter, kemudian mengatakan lagi ingin kerja di dunia pertambangan.
“Ya tidak apa-apa kalau memang inginnya berbeda,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Kajasdam V/Dipenogoro ini. (ica/aim)



Loading...