LSLC FKIP UMM Rangkul Sekolah, Tanamkan Keterampilan Sains Siswa

Rabu, 16 Oktober 2019

Rabu, 18 Sep 2019, dibaca : 825 , rosida, mp

MALANG - Tim LSLC FKIP UMM merangkul guru dari sekolah mitra untuk sensitive dan responsive mengembangkan keterampilan sains ini dalam kegiatan pembelajarannya. Sekolah mitra yang dirangkul FKIP yaitu SMP Muhammadiyah 8 KWB dan MTs Muhammadiyah 1 (Matsamutu) Malang.
Menurut Ketua Tim LSLC FKIP UMM Nur Widodo, M.Kes, salah satu tujuan dalam pembelajaran sain adalah menumbuhkan keterampilan proses pada siswa. “Penumbuhan keterampilan proses sains ini penting untuk menanamkan sikap dan keterampilan dalam kerangka menghasilkan produk ilmiah. Oleh karena itu penumbuhan keterampilan sains perlu mendapatkan perhatian sejak dini,” tegasnya.


Menanamkan keterampilan sains pada siswa SMP, lanjutnya, merupakan upaya yang tepat karena siswa SMP berada pada usia penting pertumbuhannya. Metode (model) pembelajaran discovery memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan keterampilan sain karena melalui model ini siswa diajak untuk menajamkan rasa ingin tahu (quriosity), kejelian dalam mengamati obyek, ketelitian dalam mengumpukan data, ketajaman dalam menganalisis data, menemukan persamaan dan perbedaan obyek yang dipelajari, menemukan  dan keakuratan dalam menyusun kesimpulan.
“Namun sayangnya banyak guru yang kurang menghayati langkah langkah discovery ini sehingga implementasinya di real teaching tidak mampu mewujudkan tujuan pembelajaran sain dengan maksimal,” kata dia.
Tim LSLC FKIP UMM memiliki kepedulian untuk mendukung profesionalitas guru sehingga dapat mewujudkan tujuan pembelajaran sains secara optimal. Melalui program Learning Improvement bekerjasama dengan jaringan Lesson Study Internasional, tim LSLC ini memfokuskan pendampingan kepada guru di kedua sekolah mitra. Pendampingan dilakukan dengan melaksanakan prosedur lesson study yang meliputi perencanaan pembelajaran (open plan), pelaksanaan pembelajaran (open lesson) dan refleksi (see).
Guru model terpilih untuk SMP Muhammadiyah 8 adalah Ibu Cantiya, sedangkan untuk MTs Muhammadiyah 1 adalah Pak Mashuri. Keduanya adalah guru IPA yang mengajar di kelas 7 (SMP) dan 8 (MTs).
Di kedua sekolah, semua tahapan lesson study dari plan, do dan see dapat berlangsung secara maksimal.
“Berkat kesungguhan yang terbangun pada semua team lesson study dan dukungan kebijakan dari kepala sekolah. Tidak kalah pentingnya adalah tim pendamping LSLC FKIP UMM yang memang telah memiliki pengalaman luas dan teruji dalam program lesson study,” kata dia.
Luar biasa, open lesson yang dilaksanakan dengan pola pembelajaran dan pengkajian obyek persoalan belajar sebagaimana direncanakan, dapat terimplementasikan dengan baik dan lancar. (oci/red)



Loading...