Lini Tengah Lebih Variasi | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 20 Nov 2019, dibaca : 213 , Febri, Fino

MALANG - Arema FC memastikan krisis lini tengah berakhir sejak Hanif Sjahbandi dilepas timnas U-22. Milomir Seslija, pelatih Arema FC, menegaskan tim berjuluk Singo Edan, jauh lebih mantap menghadapi Persija Jakarta, Sabtu (23/11) di Stadion Kanjuruhan pukul 15.30.
“Krisis di lini tengah berakhir sejak Hanif kembali,” ujar Milo kepada Malang Post, Selasa (19/11).
Pelatih asal Bosnia tersebut mengungkapkan, pilihan lini gelandang lebih variatif sejak Hanif kembali ke Malang. Sebelumnya, hanya ada nama Takafumi Akahoshi, Jayus Hariono dan anak-anak muda Arema yang belum pernah mencicipi Liga 1 Indonesia.
Dengan adanya Hanif, tim pelatih bisa memakai beberapa alternatif, dengan Makan Konate sebagai center gelandang. Tactician berlisensi UEFA Pro ini menyebut, kekuatan lini tengah sangat penting bagi Arema untuk meredam kekuatan Persija yang sangat mengandalkan serangan cepat dan ketajaman lini depan.
Pilihan tim pelatih yang berpusat pada sosok Konate, akan menentukan seperti apa gaya permainan Arema lawan Persija. Jika memasang Takafumi Akahoshi, maka gaya permainan lini tengah bakal lebih cool, stylish dan slow. Sebaliknya, sosok Jayus Hariono akan menjadi kunci permainan serangan cepat. Bergantung pada kesuksesan Jayus melancarkan umpan cepat ke depan. Dia harus pintar memotong bola-bola yang ingin dialirkan oleh Tony Sucipto dkk kepada Marco Simic. Sebaliknya, sosok Hanif bisa jadi bakal meningkatkan serangan yang lebih taktis dan cenderung fokus pada penguasaan bola.
Milo menegaskan, apapun pilihan pelatih soal lini tengah Arema, bakal ditentukan dalam sesi latihan menuju laga lawan Persija. Pria berusia 55 tahun ini, menyebut siapapun yang turun dalam laga lawan Persija, adalah mereka yang berlatih paling efisien dan sesuai dengan strategi serta kebutuhan tim.
“Semua akan dilihat dalam latihan. Semua pemain memiliki kesempatan untuk bermain, tinggal bagaimana latihan dan kerja keras mereka di lapangan,” tutup pria yang pernah membela Sabah FA saat masih aktif sebagai pemain sepakbola itu.(fin/feb)



Sabtu, 07 Des 2019

Sulit Kalahkan PSIS

Loading...