MalangPost - Latihan Tanpa Wawancara dan Penonton

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

Latihan Tanpa Wawancara dan Penonton

Rabu, 08 Jul 2020, Dibaca : 3093 Kali

MALANG – Arema Football Club dijadwalkan menggelar latihan perdana pada Senin (20/7) mendatang. Sebelumnya seluruh komponen tim, sudah harus berada di Malang mulai Rabu (15/7).

Hanya saja, dalam latihan perdana untuk persiapan Liga 1 2020 nanti, digelar tanpa penonton. Wartawan diperbolehkan menyaksikan, tapi sebatas berada di tribun penonton. Tidak boleh di lapangan dan tanpa ada sesi wawancara dengan pelatih.

 

Keputusan itu diambil sebagai bagian dari protokol kesehatan. Termasuk sudah melalui pembahasan dengan tim medis, tim pelatih dan manajemen klub. Pertimbangannya untuk keselamatan semua pihak. Terutama pemain dan perangkat tim lainnya.

‘’Kami benar-benar mohon pengertian teman-teman Aremania, yang tidak bisa menyaksikan timnya berlatih di lapangan. Semata-mata kami lakukan untuk memenuhi protokol kesehatan. Karena situasinya masih seperti ini. Pandemi corona belum pasti kapan berakhir,’’ ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo kepada Malang Post.

 

Sikap tegas itu juga berlaku untuk wartawan. Selain hanya diperbolehkan menyaksikan dari tribun penonton, jurnalis juga harus datang sebelum tim masuk lapangan. Pintu stadion bakal langsung ditutup, setelah tim berada di lapangan.

Ruddy mengakui sampai kemarin, belum diputuskan lokasi Arema berlatih. Meski sudah ada beberapa lapangan yang disiapkan. Mulai dari Stadion Kanjuruhan, Stadion Gajayana sampai lapangan Universitas Brawijaya.

‘’Dimana pun nantinya kami berlatih, aturan itu tetap berlaku. Mohon maaf bagi teman-teman wartawan yang terlambat, terpaksa nantinya tidak bisa masuk lapangan. Termasuk juga tidak ada sesi wawancara selama berada di lapangan,’’ sebut manajer berusia 48 tahun ini.

 

Hanya saja, untuk memberikan ruang bagi wartawan melakukan wawancara, manajemen akan mengatur waktunya dengan tim pelatih. Bisa jadi seminggu sekali, akan ada sesi jumpa pers. Atau di waktu-waktu tertentu, sesuai dengan kebutuhan.

‘’Nanti kita pikirkan lagi bagaimana baiknya. Toh kalau tidak bisa wawancara langsung di lapangan, masih bisa telepon kami. Mohon dipahami, ini bukan mempersulit. Tapi bagian dari protokol kesehatan, yang harus kita patuhi bersama,’’ demikian Ruddy. (avi)

Editor : Sunaviv
Penulis : Redaksi