Korban Pembunuhan Ternyata Begal

Minggu, 22 September 2019

Korban Pembunuhan Ternyata Begal

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 2034 , halim, agung

MALANG - Ada fakta baru yang mengejutkan dalam kasus pembunuhan di Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi. Misnan, 35, warga setempat ini, yang semula diduga menjadi korban pembunuhan, ternyata sebagai tersangka pelaku kejahatan. "Korban pembunuhan itu juga tersangka. Dia pelaku perampasan," ujar sumber Malang Post di kepolisian.
Fakta ini terungkap dari hasil penyelidikan polisi. Sasaran korban perampasannya adalah remaja yang sedang pacaran di sekitar lokasi.
"Hampir setiap malam di sekitar lokasi, banyak anak pacaran. Korban Misnan ini mendekati mereka lalu merampas barang para korban," tuturnya.
Ada kemungkinan, terbunuhnya Misnan dengan luka tusuk di dada sebelah kanan ini, karena ada perlawanan dari korban perampasan. Korban ditusuk ketika beraksi melakukan perampasan. "Siapa yang melakukan penusukan ini, sedang kami selidiki. Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa," katanya.
KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, dikonfirmasi membenarkan. "Benar, korban ternyata juga pelaku perampasan. Korban perampasan adalah remaja yang sedang pacaran di sekitar lokasi," tegas Rudi.
Sebelumnya, Senin (9/9) siang, warga sekitar Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, geger. Warga heboh dengan penemuan mayat Misnan, warga setempat. Pria berusia 35 tahun ini, tewas terbunuh dengan luka tusuk di dada sebelah kanan. Jenazahnya ditemukan di sekitar area ladang tebu.
 
Pelakunya Pelajar SMA
Kurang dari 24 jam, pelaku penusukan terhadap Misnan alias Grandong, 35, berhasil ditangkap, Selasa (10/9) sore. Pelakunya seorang pelajar SMA, yakni berinisial ZA, 17, warga Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi.
Pelaku ditangkap oleh petugas di rumahnya. Itu setelah polisi mendapat petunjuk bahwa ZA adalah pelaku penusukan. "Pelaku penusukan kami amankan kurang dari 24 jam. Pelakunya ini masih pelajar," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.
Penangkapan ZA ini setelah polisi berhasil mengungkap fakta sebenarnya dari kasus pembunuhan tersebut. Korban ditusuk oleh ZA ketika berusaha merampas barang milik pelaku. "Korban ini berusaha melakukan pembelaan diri, karena menjadi korban perampasan oleh korban yang yang meninggal. Dia menusuk menggunakan pisau yang ada di jok motornya. Pisau itu, sebelumnya digunakan untuk praktik prakarya di sekolahnya," jelas Ujung.
Kendati pelaku hanya melakukan pembelaan, namun polisi tetap memprosesnya sesuai hukum. "Kami akan gelar perkara. Apakah dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP atau pasal 338 KUHP. Nantinya untuk pembelaan biarkan hakim yang memutuskan," tandasnya.(agp/lim)



Loading...



MALANG POST - Senam