MalangPost - Korban Mobil Terbakar Masih Kritis

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Korban Mobil Terbakar Masih Kritis

Selasa, 26 Mei 2020, Dibaca : 1761 Kali

MALANG – Korban luka bakar akibat kebakaran mobil Toyota Kijang L-1039-XJ di Jalan Panglima Besar Sudirman, Desa Dilem, Kepanjen masih kritis. Hingga Selasa (26/5) Irvan Zidni, 28, warga Kecamatan Bantur masih menjalani perawatan di RS Wava Husada. Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo mengatakan bahwa korban mengalami luka bakar hampir separuh badan, mulai perut hingga kedua kaki.
“Korban mengalami luka dari area perut ke bawah. Sampa saat ini (Selasa sore, red) masih dalam perawatan,” ujar Yatmo kepada Malang Post Selasa (26/5).

   Baca juga : Mobil Isi Jerigen Bensin Terbakar di Malang


Mantan Kapolsek Bantur ini mengungkapkan, korban beruntung masih bisa selamat karena kondisi kebakaran mobilnya cukup dahsyat. Dari hasil penyelidikan Polsek Kepanjen, kebakaran terjadi karena kelalaian.
Pertama mobil korban berisi banyak bahan bakar, termasuk bahan bakar dalam jurigen yang berada di jok kursi mobil. Kedua korban merokok di dalam mobil, sehingga diduga kuat percikan api dari rokok mengenai bahan bakar yang mudah terbakar dan secara cepat menyulut mobil.
“Korban merokok di dalam mobil diduga mengenai bahan bakar yang ditaruh di jok mobil,” ujar Yatmo.

 

Menurut perwira polisi ramah tersebut, petugas dari Polsek Kepanjen dan PMK Kabupaten Malang memakan waktu kurang lebih 30 menit untuk memadamkan api dibantu warga sekitar.
Sekadar diketahui sebuah mobil Toyota Kijang L-1039-XJ terbakar di Jalan Panglima Besar Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Senin (25/5) pagi. Korban bernama Irvan Zidni, 28, warga Bantur mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Selain kedua tangan dan kaki, juga punggung, perut serta dada bawah.


Akibat kejadian tersebut, kerugian materil adalah satu unit mobil terbakar habis. Yatmo mengimbau masyarakat tidak sekali-kali menyimpan bahan bakar di dalam mobil, lalu sekalian merokok di dalam kendaraan yang sama.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati, tidak bermain api, tidak merokok di sekitar bahan bakar yang cepat teroksidasi seperti BBM karena sangat berbahaya,” tutup Yatmo.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira