Komunitas Ojol Turun Jalan Galang Solidaritas Asap

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 396 , muhaimin, amanda

 Driver Ojol di Kota Malang turun jalan menggalang donasi untuk solidaritas warga terdampak bencana asap kebakaran hutan dan lahan.

MALANG - Bencana kabut asap di wilayah Kalimantan dan sebagian Sumatera menimbulkan perhatian masyarakat Kota Malang. Salah satunya, komunitas ojek online (online) di wilayah Malang Raya. Kamis (19/9), mereka turun ke jalan untuk mengumpulkan donasi untuk warga terdampak.
Satu persatu, anggota ojol membawa kardus bertuliskan  'Donasi Tabung Oksigen Bencana Kabut Asap'. Mereka berjejer di sekitar jembatan Soekarno-Hatta untuk menggalang dana dari warga sekitar yang melintas. Masyarakat yang lewat menggunakan mobil dan motor tak sedikit yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk memberikan donasi.
Koordinator Ojol Malang Raya, Sun'an Murdianto mengungkapkan, kegiatan penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian warga Malang untuk warga yang terdampak bencana kabut asap. "Setiap ada bencana di sejumlah daerah di Indonesia, kami berupaya mengadakan kegiatan seperti ini," terang dia ketika ditemui Malang Post.
Selain di kawasan Soekarno-Hatta, driver ojol tersebut juga melakukan penggalangan dana di titik lain. Diantaranya, di kawasan Fly Over Comboran, perempatan ITN dan lainnya. "Kami mengumpulkan dana mulai dari pagi sampai sore. Yang galang dana gantian, sebab, sebagian ada yang terima orderan," jelas pria yang akrab disapa Bang Cun ini.
Nantinya, hasil penggalangan dana tersebut akan diberikan kepada warga yang terdampak, mulai dari obat-obatan, masker hingga tabung oksigen. "Nantinya, kami akan mengirimkan tim khusus. Warga butuhnya apa, ya itu yang akan kita berikan. Kemungkinan obat-obatan atau tabung oksigen," papar dia.
Menurutnya, antusias para pengguna jalan cukup tinggi dalam mendukung program penggalangan dana ini. Untuk kegiatan penggalangan dana bencana gempa dan tsunami di Palu tahun lalu misalnya, komunitas tersebut mampu mengumpulkan bantuan senilai Rp 12 juta selama empat hari. "Hasilnya lumayan, bisa sedikit membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mudah-mudahan, aksi ini juga bisa membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," tandas dia.(tea/aim)



Loading...