MalangPost - Kisah Ivana Audrey Wijanarko Violis Cilik Asal Kota Malang

Kamis, 06 Agustus 2020

  Mengikuti :

Kisah Ivana Audrey Wijanarko Violis Cilik Asal Kota Malang

Selasa, 26 Nov 2019, Dibaca : 3300 Kali

Violis cilik asal Kota Malang, Ivana Audrey Wijanarko tidak pernah menyangka niat ayahnya, Dodik Wijanarko melihat anaknya bermain bersama Didi Kempot benar-benar diwujudkan. Ayahnya yang penggemari Didi Kempot melihat kesempatan terbuka dan membuat Ivana, yang biasa dipanggil Nana dapat manggung bersama The Godfather of Broken Heart. Momen itu terjadi di GOR Ken Arok Kota Malang Sabtu 17 November.
“Ayah yang suka. Saya suka dengarin juga,” tutur gadis kecil berusia 10 tahun ini didampingi sang ibunda Retnaning Yuslianti yang akrab dipanggil Yussi.
Nana menjadi pemain biola cilik yang mengiringi Didi Kempot dalam penampilan Didi pada sebuah acara bank swasta di Kota Malang saat itu. Nana mengiringi “Lord Didi” pada satu lagu yakni “Layang Kangen”
Meskipun hanya satu lagu, Nana betul-betul memberikan bakat yang ia miliki agar penyanyi campursari kesukaannya dan ayahnya ini menampilkan yang terbaik untuk penggemarnya.
Nana, sendiri, menjelaskan ia sangat gembira mendapatkan pengalaman manggung bersama Didi Kempot. Ia mengatakan dirinya hanyalah pemula tetapi bisa mendapatkan kesempatan sebesar itu.
Ia pun menceritakan bahwa beberapa hari sebelum manggung, ia dapat bertemu Violis dari band Didi Kempot. Disana ia diajarkan sedikit trik untuk mengikuti dan mengiringi musik Didi Kempot dengan baik.
“Diajarin gak full, musiknya harus berhenti sesaat karena gayanya om Didi begitu,” tutur Nana malu-malu.
Sang Ibunda, Yussi, menjelaskan bahwa oleh Violis Band Didi Kempot, Nana diajarkan memainkan biola dengan gaya bernyanyi Didi Kempot. Yakni menyanyi dengan jeda dan improvisasi. Maka Nana harus bersiap akan trik tersebut.
Karena biasanya Nana bermain satu lagu full tanpa jeda. Inilah hal baru yang dialami Nana saat bermain dipanggung bersama artis besar.
Didi Kempot pun sempat mengatakan sesuatu kepada Nana. Hal ini yang membuatnya senang dan selalu menantikan kembali kesempatan yang sama akan muncul.
“Jadi Didi bilang ke Nana, harus terus belajar musik lebih baik lagi. Kata Didi kalau ke Malang nanti bakal dicari lagi sama Didi. Nana dia senyum saja diatas panggung,” tutur Yussi, Ibunda Nana mendeskripsikan kesenangan anaknya saat berbincang di atas panggung oleh Didi Kempot.
Lantas bagaimana awal cerita Nana bisa diberikan kesempatan manggung bareng Lord Didi? Yussi menjelaskan hal ini tidak terlepas dari usaha ayahnya. Kebetulan Dodik, ayah Nana, memiliki jaringan dengan penyelenggara acara.
Tanpa membuang waktu, ayah Nana menginformasikan pada penyelenggara apakah anaknya yang memiliki bakat bermain biola bisa mengiringi Didi Kempot manggung.
“Ya istilahnya bondo nekat saat itu. Satu bulan sebelum acara ayah Nana menanyakan itu ke panitia. Tapi kita baru tau jawabannya dua minggu sebelum acara. Nana senang sekali dia berlatih setiap hari,” tegas Yussi.
Nana sendiri memiliki jadwal les biola seminggu sekali. Akan tetapi ketika panitia penyelenggaran memastikan Nana bisa bermain mendampingi Didi Kempot, Nana langsung berlatih keras setiap hari kurang lebih 2 jam di rumahnya.
Ketika les biola pun, Yussi meminta guru les biola Nana untuk melatih dengan lagu-lagu Didi Kempot saja.
“Dan Nana selalu enjoy. Memang agak susah awalnya karena sejak kelas 4 SD les biola dia berlatih dengan musik-musik klasik. Ini kan beda genre sekali tapi Nana dia mau terus belajar,” jelas Yussi menjelaskan usaha anaknya untuk dapat tampil maksimal bersama Didi Kempot.
Sebelum tampil bersama Didi Kempot, Nana juga kerap diundang dalam berbagai acara. Terakhir Nana diundang tampil sebagai contoh anak berprestasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Malang belum lama ini.
Ia diminta khusus untuk menunjukan bakat bermain biola menunjukan kebolehannya walaupun diminta mendadak.
“Kalau kesukaannya bermusik memang sudah sejak dulu. Sebenarnya dia mau belajar piano awalnya tetapi waktu itu piano mahal sekali, akhirnya kami belikan biola dan dia suka. Selalu ingin cari hal baru dan belajar dengan tekun,” tutur Yussi menggambarkan putrinya yang saat ini duduk di bangku Kelas 5 di SD Kauman II Kota Malang ini.(Sisca Angelina/ary)

Editor : Redaksi
Penulis : Sisca