MalangPost - Kesehatan Terjaga, Ekonomi Selamat

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Kesehatan Terjaga, Ekonomi Selamat

Sabtu, 30 Mei 2020, Dibaca : 3192 Kali

 

MALANG - Fasilitas kesehatan harus dipastikan siap saat menjalankan New Normal. Apalagi Malang Raya sudah sepakat menerapkan New Normal. Begitu juga dengan perekonomian harus bangkit tapi tak membahayakan warga. Prinsipnya kesehatan terjaga, ekonomi selamat.
Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya (UB) Prof Sutiman Bambang Sumitro menjabarkan analisisnya. New Normal dianggapnya bisa dilakukan tapi harus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan oleh pemda.
“Memang dalam pandemi ini, negara kita lebih diuntungkan dari pada negara lain. Karena negara kita memiliki paparan sinar UV (Ultra Violet) matahari yang tinggi. Ambil contoh di Italia, yang kasus Covid-19 banyak itu di bagian utara yang lebih dingin,” ungkapnya dalam webinar Malang Post.

Kerja Cepat Hasil Akurat

9 Jam di Lab Tahan Haus Tanpa ke Toilet

Awas Informasi Liar Tak Terkonfirmasi


Meski begitu hal ini tidak semerta-merta membuat warga lengah. Di kalangan tenaga kesehatan atau di rumah sakit pun perlu memperhatikan beberapa hal terlebih sistem sirkulasi udara. Prof Sutiman menyarankan rumah sakit rujukan Covid-19 seperti RS Saiful Anwar memperhatikan sirkulasi udara karena juga banyak menggunakan AC (pendingin ruangan).
Merujuk pada ketahanan virus lebih lama di suhu yang lebih rendah, maka ia meminta hal ini diperhatikan. Dia menerangkan bahwa sedikit mustahil beranggapan Virus Corona akan hilang selamanya.


Pasalnya karakteristik Covid-19 yakni bermutasi. Ini juga yang harus disadari warga, termasuk kalangan pemangku kebijakan di negara maupun daerah seperti di Malang Raya.
“Maka kita harus pikirkan konsep jangka panjang. Dalam bayangan saya adalah re-format (format ulang) kebijakan di semua lini. Terutama bidang kesehatan. Karena di Surabaya, rumah sakitnya juga sudah mulai overload. Apa siap nanti menampung limpahan kasus dari daerah lain,” katanya.


Hal ini pun dijawab Direktur RS Saiful Anwar Dr. dr. Kohar Hari Santoso. Kohar menjelaskan kekhawatiran mengenai angka kasus bertambah usai PSBB memang sempat terlintas. Ia juga memikirkan euphoria yang akan dilakukan. Hanya saja, bertugas di dunia kesehatan apalagi di tengah pandemi menjadi keharusan. Kesiapan harus dilakukan.
Kohar menjelaskan dalam waktu dekat RS Saiful Anwar akan membuat Graha Puspa menjadi fasilitas khusus penanganan kasus Covid-19.  “Tempat itu benar-benar disiapkan khusus. Memiliki fasilitas lengkap seperti tempat operasi, rawat inap, juga dibuat dengan negative pressure (bertekanan negatif). Agar lebih aman dan masyarakat tidak takut datang ke RSSA,” papar Kohar.


APD kemudian Thermo Scanner/gun juga telah disapkan. Fasilitas laboratorium untuk menjalankan tes seperti Rapid Test, Polymerase Chain Reaction (PCR), hingga Tes Cepat Molekuler (TCM) juga sudah siap.
Meski begitu menurut Kohar, kondisi saat ini di Malang sudah bisa memasuki masa transisi. Karena tingkat kasus tidaklah sebanyak Jakarta dan Surabaya. Ketersediaan tempat tidur untuk penanganan Covid-19 masih memadai.
“New Normal ini kan sebenarnya perubahan budaya di semua aspek kehidupan. Jadi mari dijalani dengan disiplin. Pasti bisa. Ini seperti Pak Hoegeng  dulu (Mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso) yang membuat kebijakan wajib pakai helm. Dulu semua merasa aneh pakai helm, dan toh akhirnya jadi kebiasaa. Ini menurut saya hal yang baik dan kita akan semakin maju sebagai bangsa,” pungkas Kohar.

 

Ekonomi Harus Bangkit
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Azka Subhan mengulas kondisi ekonomi akibat Covid-19. Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Malang Raya sampai akhir tahun 2020 nanti, dia mengatakan bisa berpotensi negatif.
“Batu biasanya di atas 6 persen, Kota Malang juga biasanya di atas 5 persen. Memang skenario terberatnya, pertumbuhan ekonomi Malang Raya berpotensi negatif. Tapi dengan upaya-upaya protokol kesehatan yang sudah direncanakan dan dijalankan dengan baik,  pertumbuhan ekonomi kita bisa kembali naik,” tegasnya.


Mantan Kepala Divisi Advisor dan Pengembangan Kantor Perwakilan BI Bali ini menginginkan roda perekonomian berjalan kembali. Artinya mall, pusat perbelanjaan, pasar-pasar kembali dibuka.
Meski begitu ia mengakui, sebuah pilihan sulit harus diambil pembuat kebijakan di masa pandemi Covid-19. Di antara tetap menjaga masyarakat terhindar dari paparan Covid-19, juga menjaga ekonomi tetap tumbuh.
“Di sini saya ingin mendukung bapak ibu pembuat kebijakan. Jika memang menyepakati New Normal, maka akan dilakukan sesuai prosedurnya. Mudah-mudahan kebijakan ini bisa membantu dan warga juga paham,” pungkasnya. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina