MalangPost - Kenal di Medsos, Ditiduri lalu Tangan Diikat, Motor Dirampas

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Kenal di Medsos, Ditiduri lalu Tangan Diikat, Motor Dirampas

Rabu, 27 Mei 2020, Dibaca : 4686 Kali

PASURUAN – Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Peristiwa yang menimpa ISW, 31, warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini bisa menjadi pelajaran. Selasa (26/5/2020) sore lalu, dia menjadi korban perampokan teman barunya yang dikenal lewat media sosial (Medsos).


Motor Honda Beat N-4575-EEL miliknya dirampas oleh pria yang baru dikenalnya. Ironisnya lagi, kejadian perampokan terjadi usai pelaku mengajak korban berhubungan badan di sebuah Villa di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Bahkan pelaku sempat mengikat kedua tangan korban.
Untungnya pelaku berhasil diamankan oleh warga sekitar. Bahkan menjadi bulan-bulanan warga. Setelah pemilik Villa dan masyarakat sekitar mendengar teriakan minta tolong korban. Kemudian menangkap tersangka dan menghakiminya beramai-ramai.


Perampok itu bernama Rochmad Nur, 25, warga Dusun Sambiroto, Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. “Pelaku kita amankan setelah tertangkap dan dihajar warga lantaran terpergok merampok korban, yang merupakan teman kencannya,” jelas Kapolsek Prigen AKP Slamet Wahyudi, Rabu (27/5).


Hubungan antara korban dengan pelaku sebetulnya teman biasa. Mereka juga baru kenal. Keduanya saling kenal melalui media sosial Facebook. Setelah intens percakapan keduanya dilanjut melalui WhatsApp. Bahkan sebelum kejadian mereka sudah sempat kencan sekali di sebuah penginapan.
Setelah kencan pertama berjalan mulus, pelaku kembali mengajak korban untuk kencan kedua. Pelaku menelepon korban sekitar pukul 09.00 Wib pada hari Selasa (26/5). Dalam percakapan telepon, awalnya korban tidak bersedia diajak kencan oleh pelaku. Setelah pelaku menunjukan siapa dirinya, akhirnya korban bersedia.


Petaka dimulai saat korban sepakat menemui pelaku di salah satu hotel di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 11.00 Wib. "Setelah bertemu mereka langsung berboncengan menggunakan motor Honda Beat milik korban menuju salah satu vila dan langsung berhubungan layaknya suami istri, hingga korban kecapekan dan tertidur," ungkapnya.


Mendapati korban tertidur, sekitar pukul 13.30 pelaku langsung melancarkan aksinya. Dengan bekal tali kabel dan lakban plastik, pelaku mengikat kedua tangan korban. Dia mengambil kunci kontak motor milik korban untuk kabur.
Namun korban langsung berteriak minta tolong ketika mendapati tangannya sudah terikat rapat. Pelaku yang kaget dan menyumpal mulut korban dengan selimut. Namun korban masih bisa berteriak, sehingga pelaku membekap kepala korban dengan bantal.


Mendengar teriakan korban, penjaga Villa langsung mendatangi sumber suara. Sampai di lokasi, penjaga Villa melihat pelaku kabur. Penjaga Villla dibantu warga langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya sebelum membawa kabur motor korban.
Di hadapan penyidik, pelaku mengaku baru sekali ini melakukan aksi kejahatan dengan modus mengajak kencan korbannya. "Baru sekali ini katanya. Tapi masih akan kita dalami dan kembangkan," beber Slamet. Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 53 Jo 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.(*/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Malang Post