MalangPost - Kembali ke Sekolah, Jangan Tergesa-Gesa

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Kembali ke Sekolah, Jangan Tergesa-Gesa

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 2247 Kali

MALANG - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang sesuai Kalender Pendidikan. Namun adanya pandemi Covid-19 kegiatan tatap muka harus dialihkan terlebih dahulu ke pembelajaraan daring atau online.

   Baca juga : PPDB Zonasi Kacau, Ratusan Warga Ngluruk Dikbud


Seperti yang diungkapkan  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Malang, Drs. Rusdi, M.Si, pada dasarnya lembaga pendidikan mengikuti regulasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Kalau siswa SMA memang sudah siap mulai pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai pada 13 Juli. Memang ini sudah kalender pendidikan sejak awal hanya saja bedanya karena sekarang ada pandemi Covid-19 maka metode pembelajarannya menggunakan daring," ungkap Rusdi.


Rusdi  mengatakan, mungkin di usia siswa SMA sekarang ini dari segi imunitas kuat akan tetapi mereka rentan menularkan virus atau Covid-19 ke orang tuanya. Sehingga MKKS SMA swasta mengambil langkah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa.
"Kami pada prinsipnya mengutamakan keselamatan siswa, apabila dimungkinkan belajar dengan tatap muka akan kami jalankan karena ini kepentingannya bukan hanya untuk sekolah melainkan seluruh masyarakat baik civitas akademika, stakeholder, siswa, wali murid maupun komite,' urainya.


Ia menegaskan pihaknya akan tetap menunggu kapan dimungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. Namun apabila belum akan tetap dilakukan secara daring disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.
Pembelajaran daring tersebut bisa memanfaatkan platform online seperti e-learning, google Sementara itu, Ketua MKKS SMP Negeri Kota Malang, Drs. Burhanuddin, M.Pd, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan final dari Gugus Tugas Covid-19 apakah sudah aman bagi siswa belajar di kelas atau belum.
"Baik pembelajaran online maupun offline tahun ajaran baru 2020/2021 tetap berjalan sesuai Kalender Pendidikan, kalau dari Gugus Tugas Covid-19 menyatakan sudah akan kami siap melakukan pembelajaran offline," jelas Burhanuddin.


Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pembelajaraan masih dilakukan secara daring. Dari sisi pembelajaran tentu siap apabila ditentukan belajar offline di masa pandemi, tetapi dari segi kesehatan seluruh warga sekolah baik guru maupun siswa keselamatan menjadi yang utama.
Burhanuddin menambahkan apabila nantinya belajar offline dibuat berdasarkan shift silahkan saja asalkan sudah dinyatakan aman dari Covid-19. Lantaran ini berkaitan dengan anak-anak, siswa yang harus dijadikan prioritas utama.
"Karena ini menyangkut tentang keselamatan hidup jadi kami menunggu apakah offline atau online, dari Kementerian sendiri juga mengatakan sampai ada keputusan Gugus Tugas Covid-19 bahwa kondisinya aman," tutup Burhan.  


Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Muflikh Adhim mengatakan masih menungu arahan Kemendikbud.
 "Ya kita semua masih menunggu kebijakan dari pusat (Kemendikbud). Apapun itu nantinya kita ikuti pusat," ungkap Adhim.


Ia menjelaskan keputusan akhir dari Kemedikbud belumlah turun. Skema-skema seperti yang diusulkan Wali Kota Malang Sutiaji juga belum tentu akan menjadi keputusan final. Ia mengetahui, Kemendikbud sudah memiliki beberapa skema untuk mengatur sistem belajar-mengajar di sekolah sambil mentaati aturan physical distancing.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang H Ahmad Wanedi mengingatkan agar jangan tergesa-gesa siswa kembali ke seklah di pandemi Covid-19.
Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan Pemkot Malang harus merujuk pada petunjuk Kemendikbud. "Sarana Prasaranan sekolah yang utama menurut saya harus disiapkan dulu untuk bisa masuk normal. Contoh saja misalnya China. Anak-anaknya masuk dibekali dengan face shield, gurunya juga. Kemudian bangku-bangkunya dibuat berjarak betul," papar Wanedi.


Ia mengungkapkan banyak warga yang mempertanyakan bagaiamana nasib anak sekolah jika harus masuk ke sekolah dan bertatap muka. "Ya ada kekhwatiran ini memang. Makanya saya mengingatkan. Lebih baik jangan dulu ambil risiko. Jika memang bisa daring ya itu dulu saja. Nanti ditingkatkan saja jaringan wi-fi nya. Atau ada penguatan di sistem komunikasi dan sarpras daring itu lebih baik menurut saya," tegas Wanedi.  

Di Batu Sudah Dibahas
Kepala SMPN 3 Kota Batu, Budi Prasetyo mengatakan, kemarin perwakilan MKKS SMP telah membahas terkait aturan New Normal bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
"Kami diundang oleh Ibu Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas, dan dimintai masukan dan sumbang pemikiran terkait rancangan Perwali tentang New Normal. Terutama untuk dalam KBM di saat new normal nanti," bebernya.


Kooridinator bidang supervisi dan pembelajaran MKKS SMPN Kota Batu ini menambahkan, hasil sementara dari diskusi dan sebagai masukan kepada Dinas Pendidikan meliputi beberapa aspek.
Di antaranya sekolah membentuk Tim Penanggulangan Pandemi Covid-19 dengan optimalisasi petugas dan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang di-SK-kan kepala Sekolah.
"Serta hasil sementara dari pembahasan dan usulan protokol teknis pembelajaran pada masa New Normal jenjang SMP/MTs pengelolaan kelas dibagi menjadi dua kelompok. Dengan jumlah jam pelajaran per hari per shift 4 jam dan setiap jam pelajaran selama 35 menit," terangnya. (fin/lin/ica/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi