MalangPost - Kembali ke Sekolah, Hati-Hati Siapkan Rombongan Belajar

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Kembali ke Sekolah, Hati-Hati Siapkan Rombongan Belajar

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 2169 Kali

MALANG - Pengelola sekolah harus ekstra hati-hati siapkan rombongan belajar (rombel) sebelum kebijakan kembali ke sekolah diberlakukan. Pembatasan jumlah rombel dianggap salah satu strategi yang bisa diberlakukan selama pandemi Covid-19.

   Baca juga : Kembali ke Sekolah, Jangan Tergesa-Gesa


Di wilayah Kabupaten Malang contohnya, Ketua MKKS SMKN Kabupaten Malang, R Didik Indratno memaparkan rombongan belajar (rombel) protokol kesehatan masih mungkin ditata. Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk rombel sudah disosialisasikan dari Pemprov Jatim kepada seluruh SMK di Kabupaten Malang.
“Petunjuk pelaksanaan teknis juga sudah turun. Hanya saja, kami hanya menunggu instruksi lanjutan dari pemprov untuk kapan pelaksanaannya. Sampai saat ini, kegiatan belajar masih dilaksanakan di rumah,” kata Didik kepada Malang Post, Selasa (2/6).

Baca juga : PPDB Zonasi Kacau, Ratusan Warga Ngluruk Dikbud


Menurut mantan Kepala SMKN 2 Turen itu, SOP yang diturunkan dari Pemprov Jatim untuk seluruh SMK sudah fokus pada pelaksanaan rombel dari hari ke hari di sekolah. SOP terbagi menjadi pra rombel dan rombel. Didik merinci, SOP pra rombel, fokus pada penyiapan peserta didik untuk karantina mandiri di rumah selama dua pekan.
“Sebelum rombel di sekolah, seluruh peserta didik, harus menjalankan karantina mandiri H-14 sebelum hari H masuk sekolah,” ujar Didik.

 

Setelah menyelesaikan karantina, SOP rombel bisa dimulai dengan kapasitas 50 persen dari total siswa dan jumlah siswa dalam satu kelas.
Lalu, kegiatan belajar dilaksanakan secara bergantian. Didik mengaku belum tahu bagaimana teknis dan detail rombel di semester baru nanti. Tapi, ada opsi yang mungkin dipilih oleh pihak sekolah. Siswa bergantian rombel di sekolah secara shift per hari atau per minggu.


Misalnya, minggu pertama urutan 1-16 menjalani kegiatan belajar di sekolah, sementara separuhnya berkegiatan belajar dari rumah secara daring. Lalu, pekan kedua, giliran urutan 16-32 yang belajar di sekolah, sementara urutan 1-16 belajar di rumah. Selain itu, Didik menegaskan SOP lainnya fokus pada protokol.
“Akan ada thermo gun bagi siswa yang hendak masuk lingkungan sekolah, lalu bilik cuci tangan di depan setiap kelas, serta penyemprotan desinfektan di seluruh lingkungan sekolah dua hari sekali,” sambung Didik.

 

Istirahat di luar juga ditiadakan. Siswa diwajibkan membawa bekal dan tidak perlu jajan di luar kelas.
Sekolah pun harus membuat Satgas Covid-19 untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di saat sekolah aktif berkegiatan. Didik menyebut selama seluruh elemen dalam kegiatan pembelajaran disiplin menjalankan protokol kesehatan, dia yakin rombel bisa dijalankan.
“Kalau semua ini dipatuhi, Insyaallah rombel bisa berjalan. Tapi, kami sendiri sedang menunggu instruksi Pemprov Jatim untuk memulai pelaksanaan kegiatan belajar dengan SOP ini. Sementara, semua masih belajar di rumah, sekarang masih musim ujian,” jelasnya. (fin/lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi