Keluhan Jadi Peluang | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 03 Nov 2019, dibaca : 372 , vandri, amanda

SEBAGAI kota kreatif, Kota Malang memiliki banyak potensi untuk perkembangan bisnis. Tak terkecuali bisnis start up. Saat ini, perkembangan bisnis start up di kalangan masyarakat, utamanya mahasiswa sedang berkembang. Membuat peluang bisa dimulai dari keluhan.

   Baca juga : KerabaTani, Aplikasi untuk Petani
 Pakar komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jamroji mengungkapkan, dalam mencari potensi startup, tidak bisa sembarangan dilakukan. Para pegiat harus mampu melihat secara jeli terhadap potensi yang ada, utamanya untuk mendapatkan pasar.
"Mereka harus mampu melihat peluang. Startup tidak harus berbentuk digital, bisa berupa jasa maupun produk," jelasnya.
Menurutnya, potensi startup bisa menjemput peluang dari keluhan seseorang. "Keluhan seseorang itu bisa dijadikan peluang untuk mengembangkan bisnis baru," kata dia.
Dia mencontohkan, ketika bulan puasa, banyak mahasiswa yang tidak bisa sahur lantaran bangun kesiangan. Selain itu, banyak juga yang ogah-ogahan untuk membeli makanan. "Itu bisa menjadi peluang bisnis baru, dengan mematok harga lebih murah dibanding ojek online yang ada, ini bisa dijadikan ladang bisnis," jelas dia.
Menurutnya, saat ini, pengembangan startup di Kota Malang cukup potensial. Sebab memiliki potensi pasar yang banyak dan beragam. "Semakin banyak pasar, semakin banyak peluang. Bagaimana kita buat segmentasi spesifik pada pasar," kata dia.
Saat ini, sudah banyak startup yang banyak dikembangkan. Mulai dari startup pengembangan potensi desa wisata dan masih banyak lagi. "Selain dilihat dari sisi ekonomi, yang memang tidak ada pasar jenuh, bisa dilihat dari sisi komunikasinya juga, sehingga membawa manfaat dari sisi yang lain," jelas dia.
Menurutnya, sebelum membangun bisnis startup, membutuhkan riset kuat terlebih dahulu. Sebab jika tidak, menimbulkan potensi startup tidak akan bertahan lama. "Selain itu, harus inovatif dan reaktif. Bagaimana caranya bisa jadi trendsetter dan menumbuhkan budaya konsumen baru. Kalau hanya followers, akan mudah habis," tandas dia.(tea/van)



Minggu, 08 Des 2019

Kades Takut Kelola DD dan ADD

Loading...