MalangPost - Kegiatan Tradisi Berdoa di Amerika Serikat

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Kegiatan Tradisi Berdoa di Amerika Serikat

Selasa, 14 Apr 2020, Dibaca : 7443 Kali

Beredar melalui pesan berantai di Whatsapp sebuah video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri sebuah acara. Dalam narasi yang tertera di video itu tertulis klaim bahwa acara itu merupakan sidang antara Presiden Donald Trump dengan Senat AS yang dibuka dengan pembacaan Al Quran.


Narasi ada dalam video. Berikut narasinya:
“SubhanAllah Pertama kali dalam sejarah Presiden dan Senat AS membuka sidang dengan ALQUR’AN”
Setelah dilakukan penelusuran melalui platform google dihasilkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Diketahui bahwa peristiwa dalam video bukanlah sidang antara Presiden Donald Trump dengan Senat AS. Video itu merupakan pelaksanaan acara National Prayer Service di Washington National Cathedral yang dihadiri oleh Donald Trump dan istrinya, Melania Trump.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Januari 2017 itu merupakan kegiatan tradisi berdoa di Amerika Serikat setelah terpilihnya Presiden AS yang baru. Pada kegiatan itu, sejumlah pemuka agama dari berbagai agama hadir, termasuk Imam Mohamed Magid dari All Dulles Area Muslim Society Center, yang mewakili Agama Islam.


Pada acara itu, Magid membacakan Surat Al-Hujurat ayat 13 dan Surat Ar-Rum ayat 22. Pemilihan kedua surat itu diyakini sebagai pesan dari Magid kepada Trump yang kala itu diisukan akan mendaftar umat muslim untuk memonitor kegiatan ibadah mereka di AS.
Berdasarkan penjelasan itu, maka klaim bahwa video itu mengenai pembacaan Al Quran saat sidang antara Presiden dengan Senat AS tidak benar. Oleh sebab itu, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori konten yang salah. (imm/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Imam Wahyudi