Kawasan Elit Tapi Tidak Terawat

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 6684 , bagus, sisca

Malang Post mencoba menyusuri jalan Ijen Boulevard untuk melihat kondisi rumah-rumah bernilai harga fantastis, berarsitektur unik juga bersejarah di sana. Meski begitu tidak semua terlihat enak dipandang. Ada beberap rumah di kawasan elit itu, yang jutsru terlihat tidak terawat. Meski ada yang berdiri megah dan terlihat sangat cantik.
Beberapa rumah seperti Ijen No 45 dan 19 terlihat memprihatinkan. Rumah Ijen No 45 memang sempat diajukan pengelolanya untuk direnovasi di awal tahun ini, akan tetapi hingga saat ini rekomendasi itu tidak berwujud.
Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H. Bhuana mengatakan setelah beberapa kali konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), pengelola tidak lagi melakukan komunikasi terkini.
“Khusus Ijen No 45, pemohon tidak mendapatkan rekomendasi IMB karena entah mengapa proses diskusi terhenti,” tegas Agung saat dikonfirmasi.
Sayang sekali. Pasalnya rumah ini memiliki arsitektur mirip seperti rumah dinas wali kota di Ijen No 2. Terdapat pilar-pilar bangunan secara kokoh mengelilingi struktur bangunan rumah. Seperti rumah orang Belanda klasik.
Bentuk rumah ini pun seperti bundar dengan sekelilingnya memiliki taman. Terdapat pula atap meruncing khas rumah Eropa Klasik yang biasanya terlihat. Hanya saja kondisinya tidak terawat. Runtuhan pelepah pohon palem berjatuhan di pekarangan.
Dinding-dinding bercat putih terlihat kotor dan kusam karena menguning. Meskipun bangunan masih kokoh atau tidak hancur, rumah ini memang memiliki arsitektur unik tetapi tidak terawat.
Tidak hanya itu Rumah No 19 pun juga terlihat demikian keadaannya. Tidak ada penghuni, pekarangan ditumbuhi tanaman liar, mengelilingi rumah yang berarsitektur kuno ini.
Rumah lain di samping kiri kanan kelihatan sangat berbeda. Sebuah rumah dengan No 33 terlihat masih utuh dan indah dipandang. Dan memang, menurut informasi rumah ini akan ditetapkan segera sebagai cagar budaya.
Sekilas terlihat rumah ini memiliki atap yang unik meruncing di depan dan di tengah. Tidak terlalu besar akan tetapi struktur bangunan yang masih didominasi kayu di depannya terlihat kuno tetapi terawat. Sayangnya pemilik bangunan tidak ada di tempat saat hendak dimintai tanggapan.(ica/ary)



Minggu, 06 Okt 2019

Menunggu Bukti Atasi Banjir

Loading...