Jelang Pelantikan Presiden, 1400 Personil Siaga Mengamankan | Malang Post

Sabtu, 16 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 384 , aim, amanda

MALANG - Ratusan massa kembali mengepung gedung DPRD Kota Malang, Selasa (14/10). Mereka dengan kompak berteriak “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan” sambil membawa poster bertuliskan “Lawan Korupsi” dan lainnya. Pihak kepolisian berusaha meredam dengan bernegoisasi dan meluncurkan Polisi Asmaul Husna di garda depan.
Namun, massa semakin memberontak. Mereka berbuat anarki. Selain mendorong petugas, mereka juga melempar air ke petugas. Saat itu, pihak kepolisian dengan peralatan lengkap dibantu dengan polisi menggunakan trail meredam keadaan. Unit K-9 pun tak luput menunjukkan aksinya untuk meredam aksi massa. Ketika massa tidak bisa dikendalikan dengan berbuat anrkis, pihak kepolisian dari Polres Malang Kota dan Brimob Detasemen B Polda Jawa Timur mengerahkan water canon untuk menghentikan aksi massa. Beberapa menit kemudian, massa berhasil dikendalikan dengan bantuan jajaran samping dan kembali ke rumahnya masing-masing.
Aksi anarki massa tersebut bukan kejadian yang sebenarnya. Melainkan simulasi pengamanan untuk antisipasi aksi massa yang dikhawatirkan akan terjadi menjelang pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang. Simulasi tersebut disaksikan oleh Waka Polda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Kepala Detasemen B Brimob Pelopor Polda Jatim, AKBP Tedy Puryanto dan jajaran Kapolres di wilayah hukum Polda Jawa Timur hingga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
“Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih kami menyiagakan sebanyak 1.400 personil yang tersebar di masing-masing jajaran polres di wilayah hukum Jawa Timur. Sesuai perintah pak Kapolri, kami harus mewaspadai gerakan-gerakan kegiatan masyarakat yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,” terang Waka Polda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto.
Pada kesempatan tersebut, jendral bintang dua tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk membantu kelancaran pelantikan tersebut. “Kita semua akan berpartisipasi sukseskan itu. Kami akan meningkatkan keamanan. Tapi yang jelas kami akan terus siap siaga apabila nantinya ada demonstrasi,” tandas dia.
Seperti diketahui, demo mahasiswa yang menolak RUU kontroversial beberapa waktu lalu, di depan gedung DPRD Kota Malang sempat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan petugas. Aksi lempar batu dan semprotan water canon sempat terjadi, karena mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung wakil rakyat itu. (tea/aim)



Kamis, 14 Nov 2019

Mugiono: Saya Ini Dijebak

Kamis, 14 Nov 2019

Temukan Passionmu

Loading...