MalangPost - Industri Perbankan Malang Raya Masih Stabil dan Terjaga

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Industri Perbankan Malang Raya Masih Stabil dan Terjaga

Selasa, 23 Jun 2020, Dibaca : 4749 Kali

MALANG – Sektor jasa keuangan di tengah pademi Covid-19 menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan sektor lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri ketika berkunjung ke Kantor Malang Post, Selasa (23/6) .


Demikian pula industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang meliputi Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo menunjukkan kondisi stabil dan terjaga dengan baik. Pada April 2020 nilai DPK di Malang berada di angka Rp 57,03 triliun atau mengalami peningkatan 10,20 persen, LOAN Rp 40.12 triliun dan naik sebanyak 10,31 persen dan Non Performing Loan (NPL) berada di angka 3,51 persen.
“Angka tersebut betul-betul apa adanya belum termasuk anggunan dan lain sebagainya. Saya katakan industri perbankan di Malang Raya dalam kondisi stabil dan terjaga dengan baik ada alasannya karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ungkap Sugiarto.


Namun bagaimana dengan sektor lain? Misalnya sektor pariwisata juga masih dalam kondisi relatif aman meskipun di tahun 2020 hanya 100 ribu pengunjung di wisata Malang Raya atau 10 persen dari kunjungan tahun 2019. Sedangkan dilihat dari segi pertumbuhan kreditnya masih dalam kondisi aman meskipun pada April lalu pertumbuhannya relatif melandai.


Dari sektor perdagangan kredit di beberapa wilayah masih stabil dengan tingkat NPL rata-rata di bawah lima persen kecuali Kabupaten Malang dan Kota Pasuruan. Sedangkan di sektor perumahan masih cenderung tetap selama empat bulan terakhir namun perlu perhatian atas trend peningkatakan NPL Malang Raya. Kenaikan NPL pun terjadi di sektor perumahan, namun hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh Covid-19 melainkan juga sejak awal 2020 sudah menunjukkan pertumbuhan.
“Yang menarik ada di sektor pangan  (pertanian, perikanan dan peternakan) karena semuanya mengalami kenaikan bila dilihat secara keseluruhan, secara umum di sektor ini kreditnya masih tumbuh, NPL beberapa naik tetapi pertumbuhannya juga naik, sehingga tidak perlu khawatir,” terangnya.


Sementara kredit di sektor industri pengolahan mulai menurun pada dua bulan terakhir sejak adanya isu Covid-19. Pertumbuhan kredit pada dasarnya memiliki peluang di tingkat UMKM, khususnya Kota Malang.
Untuk mengatasi dampak ekonomi tersebut OJK Malang pun saat ini memfokuskan kepada empat langkah antisipasi. Yakni meredam volatisitas di pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar, memberi nafas sektor riil agar dapat bertahan melalui relaksasi strukturisasi kredit atau pembiayaan. Selain itu, memberikan relaksasi bagi industri jasa keuangan agar tidak membentuk tambahan cadangan kerugian kredit macet akibat Covid-19 serta resolusi pengawasan yang efektif dan cepat.
“Yang sering ditanyakan oleh masyarakat terkait restrukturisasi yakni misal  melakukan restrukturisasi kok bayarnya menambah, gambarannya kredit jatuh tempo dalam satu tahun dilakukan restruk tidak membayar enam bulan itu digeser ke bulan ke-7 artinya cicilannya nambah atau digeser ke bulan 13 hingga 18 namun ketika dipanjangkan ini resikonya akan menambah beban,” tandas Sugiarto. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Epariyani