Imam Nahrawi Jadi tersangka KPK, Konsultasi Presiden Jokowi

Rabu, 16 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 201 , vandri, net

JAKARTA - Masa jabatan Menpora Imam Nahrawi berakhir di tangan KPK. Lembaga antirasuah itu menetapkan menteri berkekayaan  Rp 22,6 miliar ini sebagai tersangka dugaan penerima suap Rp 26,5 miliar. Menteri asal PKB itu segera berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo.
Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penyaluran bantuan kepada KONI dari pemerintah melalui Kemenpora. Status tersangka itu diumumkan, Rabu (18/9) sore.
Selain Menpora Imam, KPK juga menjerat asisten pribadi Menpora Miftahul Ulum. Ulum merupakan perantara suap untuk Imam, namun terlebih dahulu mendekam di tahanan KPK.
Melalui Ulum, KPK menduga telah menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar. Selain itu, dalam rentang waktu tahun 2016-2018, Imam juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar.
“Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat mengumumkan status hukum Imam Nahrawi  di Gedung KPK.
Menurut Alex, penerimaan total Rp 26,5 miliar ini terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Fakta ini muncul dalam proses persidangan. Pasalnya KPK sebelumnya telah menjerat Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara KONI Johnny E Awuy dan Deputi IV Kemenpora Mulyana.
“Pada proses persidangan telah muncul dugaan penerimaan oleh pihak lain di Kemenpora tahun anggaran 2014 - 2018. Penerimaan tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya, melalui asisten pribadinya,” ucap Alex.
Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo  dan Staf Kemenpora Eko Triyanto agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.Pada tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI. Yakni untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

Konsultasi Presiden Jokowi
Imam Nahrawi tadi malam mengatakan akan berbicara dengan Presiden Joko Widodo soal status tersangka yang diberikan kepadanya. "Karena saya baru tahu sore tadi,  beri kesempatan saya berkonsultasi dengan presiden," kata Imam di depan rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (18/9) tadi malam.
Konsultasi itu disampaikan Imam atas pertanyaan apakah akan mengundurkan diri selepas menyandang status tersangka di KPK.  Namun demikian, dia menegaskan siap menghadapi kasus dugaan suap hibah KONI dari Kemenpora yang ditangani KPK.
"Tentunya saya sebagai warga negara punya hak juga untuk memberikan jawaban yang sebenarnya agar proses hukum ini bisa berjalan dengan baik, dengan lancar," katanya kepada wartawan.
Imam mengatakan tuduhan itu harus dibuktikan di pengadilan. Dia menegaskan siap mengikuti proses hukum. "Tentu pada saatnya itu harus kita buktikan bersama-sama karena saya tidak seperti yang dituduhkan, dan kita akan ikuti nanti seperti apa proses yang ada di pengadilan," jelasnya.
Namun Imam menjelaskan asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung. Dia berharap kasus ini tidak ada muatan politis. (jpg/cni/dtc/van)



Selasa, 15 Okt 2019

Timnas Makin Terpuruk

Selasa, 15 Okt 2019

Belajar Sabar dan Bijaksana

Loading...