I Would Love to be a Hero | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 12 Nov 2019, dibaca : 330 , rosida, Gevzi

PAHLAWAN gak melulu mereka yang udah gugur di medan perang aja loh gengs, kamu yang bisa memberi arti untuk orang di sekitar juga bisa disebut pahlawan. Potensi dan bakat yang kamu punya, cobalah untuk didedikasikan kepada orang lain. Take action and help others!

Seperti dilakukan Najwa Anindita, Genzier asal SMAN 1 Singosari. Dengan bakat menari yang dimiliki, Najwa sudah melatih banyak anak-anak. Ada juga Freya Anastasya siswi asal SMAK St. Albertus Malang. Dia jadi pahlawan untuk teman-temannya yang lagi sakit. Penasaran kan dengan mereka, kenalan kuy!

Hari Minggu harusnya jadi saat bersantai ya geng. Tapi, Genzier kita yang satu ini justru merelakan waktunya untuk mengajar tari. Najwa biasanya mengajar di rumahnya yang juga memiliki sanggar. Hebatnya lagi, ia rela mengadakan pelatihan tari secara sukarela kepada siapapun, tanpa ada syarat tertentu. Asalkan memang berminat dan bersedia berlatih tari.
“Agenda latihan menari hari Minggu pagi jam 9-12 WIB. Terus kalau untuk pentas kita belum ada jadwal tetapnya, soalnya di sanggar ini lebih fokus untuk belajar teknik gerak, wiraga, wirama, wirasa dalam gerak tari,” jelasnya.
Bagi Putri Kartini Berbakat Malang Post 2019 ini, mengajar tari itu sangat membahagiakan. Karena bertemu dengan orang banyak bisa membawa feel yang menyenangkan. Selain, itu dirinya juga mengungkapkan bahwa perlu untuk andil melestarikan budaya asli Indonesia. Khususnya melalui tarian-tarian adat yang dimiliki oleh Indonesia. Untuk disalurkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Dengan melakukan pengabdian, perasaannya ya senang, juga tertantang sih. Tertantang soalnya yang ikut sanggar ini enggak semuanya punya bakat nari, jadi harus ekstra sabar kalau dia agak susah diajarin hehe. Dibalik itu aku senang banget bisa berbagi cerita, ngajarin teman-teman, apalagi kalau udah menyelesaikan materi tarinya, wah itu senang banget hahaha,” ungkapnya dengan tertawa.
Pejuang kita lainnya adalah Freya Anastasya siswi asal SMAK St. Albertus Malang. Dirinya yang tergabung dalam suatu organisasi di sekolah yang bergerak dalam bidang relawan itu, mengaku bergembira bisa bermanfaat dengan banyak orang. Apalagi bukan hanya menjenguk, sebagai salah satu relawan juga akan memberikan bantuan berupa donasi atau hadiah untuk memberi semangat kepada teman-teman yang mengalami sakit.
“Kesannya sih senang-senang saja. Bisa menambah teman dari organisasi, juga terus terkadang bisa jadi lebih peduli gitu ke teman-teman yang lain. Walaupun terkadang nggak kenal sama yang dijenguk, akan tetapi tetap asyik aja, dengan berkesempatan menyemangatin mereka,” tuturnya.
Lain halnya denngan Mohammad Imam Rosyidi, genzier asal Universitas Brawijaya. Ia melakukan social action dengan membentuk suatu organisasi yang bergerak di tiga aspek strategis dalam kehidupan. Seperti sosial, lingkungan, dan ekonomi. Berawal dari fenomena sebagian masyarakat yang kurang bijak, dalam hal mengelola sampah. Dalam hal ini, ia bersama rekan-rekannya mencoba untuk memulai terobosan-terobosan yang bisa dijadikan tempat untuk mengurangi limbah sampah. Serta hasil dari proses tersebut, bisa dimanifestasikan terhadap kepentingan masyarakat.
“Terkait dengan lingkungan yang dalam hal ini sampah sudah semakin? tak terkendali dan kesadaran dari manusianya juga merosot.? Maka dari? itu kami berinisiatif untuk? manejemen sampah, khususnya sampah anorganik yang nantinya dapat dikonversi menjadi benih-benih rupiah. Dari rupiah yang didaptakan,? kita investasikan dalam beberapa? hal yang berguna bagi masyarakat,” bebernya saat diwawancarai oleh kru Genzi.
No matter who you are or what you do, banyak kesempatan untuk kalian untuk menunjukkan sikap seorang pahlawan.   (*/oci)



Selasa, 03 Des 2019

Mari Saling Menguatkan

Minggu, 01 Des 2019

Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Mengelola stres ketika UAS

Loading...