Helmy Dipecat, Karyawan TVRI Mosi Tak Percaya Dewan Pengawas | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Helmy Dipecat, Karyawan TVRI Mosi Tak Percaya Dewan Pengawas

Sabtu, 18 Jan 2020,

JAKARTA - Internal TVRI bergejolak.  Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI resmi mencopot Helmy Yahya dari Direktur Utama (Dirut) TVRI. Sejumlah karyawan TVRI melakukan perlawanan. Mereka melayangkan mosi tidak percaya kepada Dewas lalu segel kantor.
"Dewan Pengawas LPP TVRI berniat mengerdilkan kembali TVRI. Oleh karena itu, kami karyawan dan karyawati TVRI menyampaikan pernyataan ini bahwa kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada Dewan Pengawas LPP TVRI," ujar perwakilan karyawan TVRI Agil Samal di Pulau Dua Resto, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (17/1) .
Agil mengatakan Dewas telah melakukan tindakan semena-mena karena mencopot Helmy Yahya. Menurutnya, Dewas tidak mempertimbangkan pencapaian yang dilakukan Helmy selama 2 tahun menjabat.
"Terkait dengan surat pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya yang dikeluarkan oleh Dewan Pengawas LPP TVRI pada Kamis, 16 Januari 2020, kami karyawan dan karyawati LPP TVRI menilai Dewan Pengawas LPP TVRI telah bertindak semena-mena dan subjektif," katanya.
"Dewan Pengawas LPP TVRI tidak pernah melihat pencapaian direksi TVRI, yang mampu mengangkat harkat dan martabat TVRI sebagai sebuah stasiun televisi yang layak ditonton," sambung dia.
Agil juga meminta kepada pihak yang berwenang merespons pemecatan Helmy itu, seperti Presiden Jokowi, Menkominfo Johnny G Plate, dan Komisi I DPR RI."Karena pada saat ini kami telah dizalimi. Kami tengah maju untuk memperbaiki layar TVRI, tapi kami dipangkas di tengah," tuturnya.
Agil mengatakan karyawan yang menyatakan sikap itu sekitar 4.000 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah. "Ada dari stasiun dari Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, NTT, Riau, NTB, dan Sumbar. Kami menyatakan kami kurang lebih sekitar 4.000," paparnya.

Segel Kantor Dewas
Sementara itu, Helmy Yahya resmi diberhentikan dari jabatan Direktur utama TVRI oleh Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik. Alasan itu dipaparkan  Dewas TVRI dalam siaran pers yang dibagikan kepada wartawan di kantor TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1). Siaran pers itu bertajuk 'Pemberhentian dengan Hormat sebagai Direktur Utama LPP TVRI'.
"Dewan Pengawas LPP TVRI mengeluarkan Surat Keputusan Dewan Pengawas KPP TVRI tentang memberhentikan dengan hormat Saudara Helmy Yahya sebagai Direktur Utama LPP TVRI efektif mulai tanggal 16 Januari 2020," ungkap Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin.  

Sementara itu, Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin menceritakan kronologi penyegelan ruang kerja Dewas semalam. Peristiwa penyegelan terjadi sesaat setelah dirinya keluar dari ruangan tersebut menuju kediamannya.
"Bahwa saya pulang terakhir Dewas lain udah pulang duluan saya pulang jam 19.00 WIB," kata Arief.
Arief menuturkan, penyegelan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (16/1) malam. Saat itu di dalam ruangan masih ada sekretariat Dewas yang bekerja kemudian diminta keluar oleh karyawan yang datang untuk melakukan penyegelan.
"Sekitar jam 19.30-20.00 WIB. Sekertariat Dewas masih bekerja diminta untuk keluar dan ruangannya disegel dengan kertas merah oleh inisiatif sebagian karyawan," tuturnya.
Arief sendiri tidak tahu pasti berapa orang karyawan yang melakukan penyegelan di ruangan tersebut serta apa motif dan alasannya. Namun diperkirakan ada kurang lebih 10 orang dan tindakan tersebut dinilainya sebagai suatu bentuk pelanggaran kode etik. (dtc/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Detik

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...