Harga Daging Ayam Naik, Masyarakat Pilih Konsumsi Ceker

Minggu, 22 September 2019

Harga Daging Ayam Naik, Masyarakat Pilih Konsumsi Ceker

Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 570 , aim, amanda

MALANG - Stok daging ayam ras di pasar tradisional menurun. Akibatnya harga daging ayam kembali berangsur naik. Beberapa masyarakat beralih untuk membeli sayap dan ceker ayam sebagai konsumsinya.
Salah satu pedagang ayam di Pasar Besar, Hamidah mengungkapkan, selama empat hari terakhir, harga ayam selama empat hari terakhir menginjak angka Rp 28 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya berkisar di angka Rp 24 ribu per kilogram.
 “Harganya sempat turun, di angka Rp 24 ribu selama 10 hari. Kemudian, naik lagi selama empat hari ini,” terang dia ketika ditemui Malang Post, Selasa (10/9).
Hamidah mengaku tidak mengetahui penyebab harga ayam yang cenderung fluktuatif. Menurutnya, para peternak justru sedang mengurangi stoknya. “Padahal, tidak ada ayam sakit. Harga pakan juga masih tetap. Entah kenapa dari peternak berkurang,” jelas dia.
Dia menguraikan, jika biasanya, ia mendapat stok daging ayam sekitar 1 kuintal dan berisi sekitar 60 hingga 70 kilogram daging ayam, saat ini  hanya mendapat 50 ekor saja. “Berat daging ayam hanya berkisar 2,7 kilogram per ekornya,” papar dia.
Hal tersebut ternyata berpengaruh terhadap penjualan ayam. Selama ini, banyak pembeli yang jutsru mengurangi takaran pembelian daging ayam. Jika biasanya membeli satu kilogram daging, hanya membeli setengahnya saja. “Bahkan, ada yang beralih membeli ceker, sayap dan kepala. Harganya lebih murah. Untuk ceker Rp 20 ribu per kilogram, kepala Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram, kalau sayap Rp 26 ribu per kilogram,” beber dia.
Hamidah menambahkan, harga ayam kampung juga mengalami kenaikan, yakni Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan untuk stok, lebih banyak sekitar 80 ekor untuk pejantan dan 30 ekopr untuk ayam kampung biasa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, harga daging ayam ras menjadi salah satu komoditi penyebab inflasi pada bulan Agustus 2019 lalu. Harga ayam ras yang mengalami kenaikan 3,80 persen memberikan andil terhadap inflasi di angka 0,0503 persen dari angka inflasi Kota Malang di angka 0,19 persen.(tea/aim)



Sabtu, 21 Sep 2019

Malang Raya Butuh TPA Terpadu

Loading...



MALANG POST - Senam