MalangPost - Gelap Mata, Sandal Dicuri

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Gelap Mata, Sandal Dicuri

Minggu, 19 Apr 2020, Dibaca : 1893 Kali

MALANG - Banyak orang semakin gelap mata di Kota Malang. Sandal jamaah salat pun digondol. Aksi pencurian tersebut terjadi di kawasan Jalan Letjen Sutoyo gang 4, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Sabtu (18/4) malam. Beberapa pasang sandal para jamaah salat isyak di masjid Ridwanus Sholihin dicuri.


Aksi pencurian ini terekam CCTV masjid tersebut. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pencurian ini terjadi sektiar pukul 19.00 WIB. “Saat warga sedang salat isyak, dia datang. Motornya diparkir jauh dari masjid. Dia berjalan kaki menuju masjid,” kata Citro Kusumo, 38 tahun, warga Jalan Letjen Sutoyo gang 4, kepada Malang Post, Minggu (19/4).


Dari rekaman CCTV, Citro menunjukkan bagaimana pelaku berjalan dengan santai dan tenang. Pelaku memakai jaket, bermasker, sembari membawa sebuah tas. Setelah masuk ke dalam masjid, dia menaruh tas, dan berpura-pura mengambil air wudlu. Kondisi jalanan di sekitar masjid terhitung sepi.


Setelah melihat jamaah salat sedang kusyuk beribadah, pelaku mulai menjalankan aksinya. Dengan tenang, dia berdiri di depan masjid, sembari membuka tas ranselnya. Satu persatu, sandal jamaah salat dimasukkan ke dalam tas. Aksi ini berjalan cukup cepat, hanya dalam hitungan detik.


Setelah mengambil sandal-sandal tersebut, dia menutup tas, dan meninggalkan lokasi. Tampak dari rekaman CCTV, pelaku sangat tenang dan tidak terlihat gugup ketika ada sepeda motor melintas di samping masjid. Dia berjalan perlahan, lalu tidak terlihat lagi di CCTV masjid.
Citro menyebut bahwa warga sekarang semakin ketat dalam menjaga kampung. “Sekarang memang sandal, tapi kalau dibiarkan nanti bisa-bisa dia mencuri barang lain juga. Apalagi, jalur ini sendiri cukup terbuka, karena di ujung jalan sudah masuk jalan raya,” ujar Citro saat diwawancarai.


Dia pun berharap, warga dari kampung lain mulai mengetatkan penjagaan wilayahnya masing-masing. Karena, dia tidak berharap terulang lagi kejadian pencurian lagi di wilayahnya. Jika dibiarkan, maka pelaku tersebut bakal menganggap kawasan itu bisa dilakukan pencurian lagi.(fin/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Fino Yudistira