MalangPost - Ganti Alat Coblos dan Celup Jari

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Ganti Alat Coblos dan Celup Jari

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 3396 Kali

MALANG POST - Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan pihaknya akan mengganti alat pencoblosan pada Pilkada Serentak 2020 guna mencegah penularan virus corona (Covid-19). Jika selama ini pencoblosan menggunakan paku, maka kali ini diganti dengan alat mirip tusuk gigi untuk sekali pakai.


Arief menyampaikan KPU tidak ingin alat coblos saat Pilkada justru menjadi tempat penularan virus Corona. Sebab biasanya ratusan orang dalam satu TPS menggunakan paku yang sama untuk mencoblos surat suara.
"Kami ingin menghindari jangan sampai paku dipegang berkali-kali oleh orang untuk mencoblos. Kami kemarin pikirkan alat coblos sekali pakai, kira-kira desainnya seperti tusuk gigi, tapi bukan tusuk gigi," kata Arief dalam diskusi virtual di akun Youtube Rumah Pemilu, Kamis (28/5).


Arief menjelaskan alat coblos sekali pakai tidak akan berukuran sekecil tusuk gigi agar coblosan tetap terlihat. Dia menyebut alat itu akan dibuat sebesar sumpit, tapi memiliki ujung yang runcing.
Selain itu, guna pencegahan Corona, KPU juga akan membuat alat pengganti tinta. Lembaga penyelenggara pemilu itu tidak ingin ratusan pemilih mencelupkan tangannya ke satu botol tinta secara bergantian.
"Ada dua opsinya. Pertama, pakai tetes seperti hand sanitizer, nanti petugas yang pencet saat pemilih keluar. Kedua, spray, tangan pemilih disemprot tinta. Tentu ini biayanya bisa mahal," ucap Arief.


Sebelumnya, KPU, Kemendagri, dan DPR RI menyetujui Pilkada Serentak 2020 dilanjutkan. Pencoblosan akan digelar pada 9 Desember 2020, sedangkan tahapan kem bali berjalan pada 15 Juni 2020.
Sementara itu  Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Munardo merestui KPU melanjutkan tahapan Pilkada Serentak 2020 yang sempat tertunda akibat pandemi virus Corona.


Hal itu tertuang dalam surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui surat B-196/KA GUGUS/PD.01.02/05/2020 tanggal 27 Mei 2020.  "Menyadari realita bahwa pandemi Covid-19 ini belum bisa dipastikan waktu berakhirnya, kami memberikan saran dan masukan kepada KPU RI sebagai penyelenggara pemilu yang mandiri, bahwa lanjutan tahapan Pilkada 2020 yang tertunda dimaksud, dapat dilanjutkan sebagaimana amanat ayat (2) Pasal 201A Perppu Nomor 2 Tahun 2020," kata Doni dalam surat tersebut.


Meski begitu, Doni memberikan syarat bagi penyelenggara pemilu agar tiap tahapan Pilkada harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. (cni/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : cni