Dua Aset Menpora di Malang

Rabu, 16 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 5829 , vandri, sisca

Menelisik Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Imam dalam situs elhkpn.kpk.go.id Rabu (18/9), dia tercatat memiliki total harta kekayaan  Rp 22.640.556.093. LHKPN itu dilaporkan pada Maret 2018 untuk periodik kekayaan tahun 2017.
Mantan Sekjen DPP PKB ini tercatat memiliki 10 bidang tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di berbagai daerah. Di antaranya di Malang. Berdasarkan laporan kekayaan, Imam Nahrawi memiliki dua bidang tanah dan bangunan di Malang dengan luasan dan nilai yang sama. Yakni masing-masing seluas 90 m2/90 m2  senilai Rp 274.680.000.  
Malang Post melakukan penelusuran aset Imam Nahrawi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat dua kawasan yang disebut lokasi rumah Imam Nahrawi. Yakni di Cluster Golf Araya dan di Pondok Indah Blimbing (PBI) Araya Blok P.
"Kalau Pak Imam bukan di sini. Yang kita tahu di PBI Blok P. Tapi lokasi tepatnya saya ndak tahu," tutur salah satu satpam kawasan Cluster Golf. Dari situ, Malang Post mencoba mencari lagi ke PBI Blok P.  Pada kawasan ini Blok P tidaklah besar, hanya sepanjang dan seluas satu blok perumahan. Salah satu pemilik rumah di kawasan Blok P, Arina, mengaku tidak mengetahui jika ada kediaman Imam Nahrawi di bloknya.
Namun demikian, ia mengakui sempat mendengar informasi mengenai rumah Imam Nahrawi di Araya. Tapi dia tidak tahu tepat lokasi rumahnya. Blok P ini jika dilihat hanya memiliki tiga sampai empat  rumah yang berukuran sangat besar, tampak megah. Tetapi semuanya tertutup.
Aset lain milik Imam Nahrawi  di Sidoarjo, Bangkalan, Surabaya, hingga Jakarta Selatan. Nilai totalnya Rp 14.099.635.000.
Selain itu alat transportasi dan mesin, Imam tercatat memiliki empat mobil. Yakni mobil Hyundai, Pajero, Toyota Kijang dan Toyota Alphard.  Adapun Harta Bergerak Lainnya milik Imam mecapai Rp 4.634.500.000. Terdiri dari,  Surat Berharga mencapai Rp 463.765.853; Kas Dan Setara Kas tercatat RR1.742.655.240. Dalam laporan tersebut, Imam tidak tercatat memiliki hutang sepeserpun.

Menpora Kedua tersangka
Penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka menambah daftar Menpora yang masuk dalam jeratan KPK. Sebelum Imam, mantan Menpora Andi Mallarangeng juga pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan sarana dan prasarana kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2012.
Andi menjalani tiga kali pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditahan KPK pada 17 Oktober 2013, usai menjalani pemeriksaan ketiga selama kurang lebih enam jam.
Pada 18 Juli 2014, saudara kandung Choel Mallarangeng itu kemudian divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan penjara. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya 10 tahun penjara. (ica/van)



Selasa, 15 Okt 2019

Timnas Makin Terpuruk

Selasa, 15 Okt 2019

Belajar Sabar dan Bijaksana

Loading...