Do Good, Feel Good

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 522 , rosida, Gevzi

Mengabdi untuk negeri? Gak perlu nunggu kalian kerja, banyak uang atau punya pengalaman kok gaes. Mulai dari sekarang bisa kok. Ada banyak volunteer muda yang sudah berani beraksi.  Mereka gak berharap materi, bahkan rela berkontribusi. Keren kan Genzier? Kenalan yuk dengan mereka!

Iyaps, kali ini kita mencoba berkenalan dengan sosok inspiratif Iqbal Maulana Susanto, mahasiswa asal Universitas Brawijaya. Dirinya mengaku berminat mengeksplorasi diri untuk mengabdi di ranah Pendidikan. Karena merasa banyak hal-hal yang harus diperbaiki bersama-sama. Bukan hanya mengandalkan jasa-jasa seorang guru saja.
“Alasan saya terdorong ikut serta dalam kegiatan pengabdian adalah banyaknya daerah di pedesaan yang masih memiliki kondisi sekolah yang kurang layak. Beberapa anak-anaknya memiliki minat belajar yang rendah, serta terdapat budaya krisis moral karena pernikahan dini dan putus sekolah,” terangnya.
Iqbal sendiri yang juga menjadi ketua Brawijaya Mengajar, salah satu unit dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. Mengaku senang bisa berbagi keceriaan dengan masyarakat yang berada di titik pengabdian. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti perjalanan menuju titik pengabdian yang membutuhkan ekstra tenaga karena berada jauh dari pusat kota, mengondisikan peserta didik saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Serta saat koordinasi dengan pihak sekolah yang cukup sulit, karena tidak terjangkau dengan sinyal internet secara optimal. Dan harus mengaluarkan biaya sendiri untuk melakukan itu.
“Semua bisa dijalani dengan kegembiraan. Ketika melihat anak-anak yang menjadi peserta didik, senang dengan kedatangan teman-teman dari Brawijaya Mengajar. Terus bisa guyon bareng bersama mereka,” ungkapnya.
Lalu ada juga nih. Kisah dari Yudhono Witanto, ketua komunitas peduli anak jalanan ‘Save Street Child Malang’. Dirinya juga melakukan pengabdian di ranah Pendidikan terhadap anak-anak. Namun, dirinya membidik sasaran pengabdian kepada anak-anak jalanan.
“Memilih anak jalanan sebagai target pengabdian, karena saya bersama komunitas merasa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibina karakternya,” jelas pria yang juga mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Kegiatan yang dilakukannya tersebut biasanya belajar bareng, bagi-bagi susu. Kegiatan eksplor diri bagi para anak didik dalam kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut, membuat dirinya gembira, ketika bisa berbagi dan meningkatkan taraf Pendidikan bagi para anak jalanan. “Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan tempat bagi anak-anak jalanan dan marjinal untuk menyalurkan bakat dan keterampilannya. Lalu ada kegiatan waktu weekend, setiap dua minggu sekali, kegiatan ini sebagai sarana anak-anak untuk menyalurkan kreatifitasnya,” tutupnya.
Kegiatan-kegiatan pengabdian tersebut juga dilakukan oleh genzier asal Universitas Brawijaya, Arin Hermawati. Dirinya mengikuti kegiatan pengabdian disertai dengan beberapa alasan yaitu ingin mempunyai pengalaman mengajar. Serta menyalurkan ilmu yang telah didapat di kampus. Dirinya juga beberapa pengalaman yang menarik selama mengikuti kegiatan pengabdian di desa. “Pernah ketika mengajar dengan metode game dimana kita mengajar tentang belok kanan, belok kiri, maju depan, mundur belakang. Kemudian membentuk kereta, lalu kita jalan-jalan mengelilingi sekolah, itu sangat menarik dan membuat mereka sangat excited,” jelasnya sembari tersenyum.
So, udah siap gali pengalaman “once in a lifetime”? Dijamin gak bakalan nyesel deh....(*/oci)



Minggu, 13 Okt 2019

Jangan Dipendam

Minggu, 13 Okt 2019

Lepaskan Diri dari Depresi

Rabu, 09 Okt 2019

Simpel nan Lezat ala Rice Box

Loading...