Malang Post - Chairul S. Sabarudin, Siap Pecahkan Rekor Lukisan Terpanjang

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Chairul S. Sabarudin, Siap Pecahkan Rekor Lukisan Terpanjang

Minggu, 23 Feb 2020

MALANG - Kota Malang memiliki banyak pegiat seni yang menghasilkan karya membanggakan. Salah satunya, Chairul S. Sabarudin. Pria berusia 52 tahun ini bergelut di dunia seni rupa dengan metode yang berbeda, yakni pensil warna di bidang gambar yang besar.
Kepada Malang Post, pria berkacamata ini menceritakan tentang perjalanan karirnya. Sejak kecil, ia memiliki hobi menggambar dan terus ia geluti hingga saat ini.
Sebelum menjadi pelukis, ia sempat mengalami masa sulit. Chairul mengaku sempat kesusahan menawarkan hasil lukisannya. Bahkan, selalu ditolak oleh para kolektor.
"Saya tawarkan lukisan saya dari rumah ke rumah, nggak ada yang mau beli," kata dia.


Sampai pada akhirnya, ia mulai memutar otak untuk mencari celah bagaimana bisa bertahan hidup dengan hobi menggambarnya. Pelan tapi pasti, Chairul akhirnya menemukan cara tersendiri dan membuat gebrakkan yang berbeda dari yang lain.
Chairul menjelaskan, ia mulai bergerak di dunia seni murni sejak tahun 2005. Setelah sebelumnya, ia bekerja sebagai pelukis portrait di salah satu hotel Pulau Bali.
"Setelah pulang dari Bali, saya mencoba mencari celah. Tidak banyak orang yang melukis dengan pensil warna dengan media yang besar. Akhirnya, saya coba," terang dia ketika ditemui di rumahnya belum lama ini.


Hasil karya lukisan Chairul tampak begitu halus dan begitu mirip dengan aslinya. Goresan pensil begitu halus dan sangat detail. Tentunya, dalam mengerjakan satu gambar, butuh fokus dan ketelatenan tingkat tinggi. "Kalau bikin sebuah gambar, ya harus telaten dan sabar," ujar dia santai.
Untuk itu, dalam membuat sebuah gambar, membutuhkan waktu yang cukup lama. "Paling cepat ya sehari semalam. Paling lama, ya dua tahun. Seperti karya saya yang ini," ujar dia sambil menunjukkan karya yang sedang digarapnya.
Ketika melukis, Chairul memiliki konsep tersendiri. Ia selalu hunting foto dan didesain sesuai dengan tema yang ingin diangkatnya.
"Kesulitannya adalah, bagaimana caranya menutup suatu bidang yang besar dengan ujung yang runcing," ujar lulusan Universitas Negeri Malang Jurusan Seni Rupa dan Kerajinan ini.


Berkat ketelatenannya itu, lukisannya itu mampu menarik banyak orang. Bahkan, sudah sampai ke luar negeri.
"Sesekali, saya mengirim ke Hongkong, Singapore dan banyak lagi. Apalagi, waktu di Bali dulu, turis dari berbagai negara membawa karya saya ke kampung halamannya masing-masing," jelas dia.
Selain turis asing, beberapa tokoh juga sempat dilukisnya. Seperti Ita Purnamasari, Indra Lesmana hingga Anita Tanjung.
"Kalau Ita Purnamasari dan Indra Lesmana, saya lukis waktu saya kerja sambil kuliah. Sementara, Anita Tanjung, baru-baru ini," jelas dia.
Sampai pada akhirnya, sekitar tahun 2010, ia menggelar pameran tunggal di Bandung. Saat itu, ia sudah bergabung dengan salah satu manajemen, yakni Zola-Zolu. "Saya gabung disana, kemudian ditawari pameran tunggal," beber dia.
Sejak saat itu, karya Chairul semakin dikenal. Bahkan, beberapa media dari Amerika dan Inggris, melirik hasil karyanya. Sehingga, ia diwawancara secara eksklusif. "Salah satunya oleh United Kingdom Coloured Pencil Society (UKCPS). Mereka punya tabloid sendiri dan yang dimuat harus anggotanya. Saya nggak jadi anggota tapi bisa masuk disitu," papar pria yang juga mengajar menjadi guru TK ini.
Saat ini, Chairul sedang fokus menyelesaikan lukisan di media kanvas seluas 15 meter yang bertema human interest. Ia menggambarkan situasi pasar tradisional. "Setiap hari, saya lembur untuk selesaikan ini. Sudah hampir dua tahun ini," ujar dia.


Ia menargetkan, lukisan tersebut selesai pada akhir bulan Maret. Bahkan, ia berharap bisa memecahkan rekor lukisan terpanjang dengan menggunakan pensil warna. "Rekor apapun terserah nanti, yang penting saya berkarya dulu, hasilnya dulu," ujar dia.
Meski masih setengah jadi, lukisan tersebut sudah dibeli oleh orang Singapura. "Rencananya, nanti uangnya akan saya buat untuk membikin gallery. Mohon doanya," tutup ayah dua anak ini.(tea/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya





Loading...