MalangPost - Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Kamis, 06 Agustus 2020

  Mengikuti :

Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Jumat, 06 Des 2019, Dibaca : 1425 Kali

Narasi yang menyebut bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin mencegah radikalisme sejak tingkat PAUD dengan menjauhkan anak-anak dari Alquran beredar di media sosial. Salah satu akun yang membagikan narasi itu adalah akun Hasanudin di halaman Facebook Suara Rakyat Indonesia pada Rabu, 25 November 2019.
Narasi tersebut berasal dari artikel yang dimuat di blog MerdekaInd. Artikel yang dipublikasikan pada 19 November 2019 itu berjudul: Ma'ruf Ingin Cegah Radikalisme Sejak Tingkat PAUD, "Jauhkan Anak-Anak Dari Al-Quran".
Dalam unggahannya, akun Hasanudin juga menambahkan narasi: "Sejak lepas sarung ganti celana (bkn cingkrang) tmbah ngawur pernyataan ya...#efeknyeburkekolam." Sampai artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah disukai 397 kali, dikomentari 318 kali, dan dibagikan 183 kali.
Benarkan Wapres Ma'ruf Amin meminta anak-anak dijauhkan dari Alquran untuk mencegah radikalisme? Setelah dilakukan penelusuran pemberitaan terkait, tidak ditemukan berita di media arus utama yang berisi klaim bahwa Wapres Ma'ruf Amin meminta anak-anak dijauhkan dari Alquran untuk mencegah radikalisme.
Termasuk saat memasukkan paragraf pertama artikel blog MerdekaInd di atas dalam mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan bahwa artikel blog MerdekaInd tersebut berasal dari berita di situs media CNN Indonesia yang dimuat pada 15 November 2019.
Namun, oleh blog MerdekaInd, judul berita CNN Indonesia itu ditambah dengan kalimat "Jauhkan Anak-Anak Dari Al-Quran". Judul asli berita CNN Indonesia hanyalah "Ma'ruf Ingin Cegah Radikalisme Sejak Tingkat PAUD". Dalam berita itu pun, tidak terdapat pernyataan Ma'ruf yang meminta anak-anak dijauhkan dari Alquran untuk mencegah radikalisme.
Rupanya, dalam artikelnya, blog MerdekaInd menambahkan kalimat baru di bawah foto yang menampilkan Ma'ruf. Kalimat itu berbunyi: "Karena sering terjadi salah mengartikan alquran, sehingga mereka dengan sangat mudah didoktrin menjadi radikal akhirnya menjadi teroris."
Seolah-olah, kalimat itu merupakan kutipan pernyataan Ma'ruf. Namun, saat kalimat tersebut ditelusuri dengan mesin pencarian Google, tidak ditemukan berita di media arus utama yang memuat kalimat itu yang diucapkan oleh Ma'ruf.


Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, maka kesimpulannya narasi yang menyebut bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin mencegah radikalisme sejak tingkat PAUD dengan menjauhkan anak-anak dari Alquran merupakan narasi yang keliru. Narasi itu terdapat dalam artikel di blog MerdekaInd yang menyalin isi berita CNN Indonesia, namun judulnya telah diubah.(imm/lim)
 

Editor : halim
Penulis : imam