Malang Post - BONEK BRUTAL, Aremania Bocor Kepala, Bonek Patah Kaki

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


BONEK BRUTAL, Aremania Bocor Kepala, Bonek Patah Kaki

Rabu, 19 Feb 2020

MALANG POST - Bentrok pendukung Arema FC dan Persebaya berlangsung sejak sebelum pertandingan hingga pertandingan berlangsung. Tercatat ada pembakaran kendaraan sepeda motor hingga saling lempar yang dilakukan kelompok suporter Bonek dan Aremania. Dua suporter dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah kaki dan luka di kepala.


Suporter yang terluka tersebut tercatat satu Bonek mengalami patah kaki dan Aremania mengalami luka di kepala. Sejak siang, sejatinya Kota Blitar sudah dijaga ketat oleh aparat keamanan dari kepolisian dan TNI. Pengamanan sudah dilakukan berlapis, dengan memberlakukan penjagaan ketat di ring satu meliputi area stadion, ring dua dengan radius 500 meter sampai 1 kilometer dan ring tiga di perbatasan masuk Kota Blitar. Sejak pukul 11.00 WIB, polisi mulai menyisir area pengamanan, terutama kawasan ring satu agar steril dari suporter.


Namun, bentrok sempat terjadi di beberapa titik. Misalnya di Jalan Kapuas, Jalan Kali Brantas atau yang biasa disebut kawasan Dimoro, dan Sumber Udel. Sejak siang , akhirnya beredar berbagai video dan foto-foto kericuhan di media sosial. Misalnya pembakaran ban dan sepeda motor hingga aksi saling lempar petasan di kawasan persawahan.
Dari informasi yang didapatkan Malang Post, sepeda motor yang dibakar tersebut milik suporter Aremania dan juga warga karena plat N. Keadaan ini bermula ketika massa suporter berusaha melewati area penjagaan di wilayah Kepanjenkidul yang merupakan daerah ring 2 pengamanan, berusaha masuk mendekati Jalan Kelud atau di area Stadion Moch. Soeprijadi. Massa kemudian melakukan pembakaran ban, yang berlanjut pada sepeda motor.


Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela membenarkan hal tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB atau beberapa saat jelang kick off laga Persebaya melawan Arema. Ia pun menyayangkan peristiwa itu harus terjadi.
“Saat ini petugas sedang menginventaris apa yang saja yang rusak dilokasi.  Tentu kita sangat menyayangkan hal itu," ujarnya.


Dia mengatakan, pihaknya bersama TNI sudah melakukan tugas pengamanan . Hanya saja, karena kedua kelompok suporter memiliki rivalitas yang tinggi, dia tidak mengelak terjadi beberapa insiden.
“Kami telah melaksanakan dari TNI dan polisi, pengamanan Persebaya vs Arema. Pertandingan ini, seperti saya sampaikan sebelumnya tanpa penonton. Sebab, berdasarkan tingkat kerawanan tinggi karena masa pendukung dari luar kota datang, baik dari Arema maupun Persebaya,” tuturnya.


Dia mengatakan, insiden pertama yang masuk dalam datanya sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua kelompok suporter, yakni Aremania dan Bonek, bertemu di pertigaan Jalan Kapuas. “Kami cepat tindak lanjuti, dengan kirim pasukan ke sana untuk menggeser massa dan memisahkan mereka. Mereka tidak boleh menjadi satu, hasilnhya insiden bentrok,” terang dia.
Dia pun tidak mengelak, jika kejadian seperti di media sosial yang beredar terjadi . Kejadian tersebut menyebabkan dua korban dilarikan ke rumah sakit. Satu karena patah kaki dan satu suporter luka di bagian kepala. “Sedangkan satu luka ringan dan tidak sampai ke rumah sakit,” tambahnya.
 “Selain itu ada insiden di persawahan tadi. Kami memisahkan masa suporter kedua klub. Total mungkin suporter kedua klub 2.000. Bonek 1.000 lebih. Sekarang kondisi sudah kondusif, suporter mulai kami pulangkan,” sebut dia.


Menurutnya, untuk Aremania diantar ke terminal, namun sebagian besar pulang karena membawa kendaraan sendiri. “Bonek juga ada yang kami antarkan pulang dengan empat truk ke Surabaya. Ya sekitar 300an,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk warga sekitar stadion, dia pastikan juga aman. Termasuk toko-toko, yang sudah mendapatkan imbauan untuk tutup sejak sehari sebelumnya.(ley/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Stenly Rehardson

  Berita Lainnya





Loading...