BNN Buru DPO Ganja

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 19 Sep 2019, dibaca : 438 , halim, fino

MODUS: Inilah modus pengiriman ganja yang diselipkan di dalam celana jeans yang diungkap BNN Kota Malang.

MALANG - Peredaran narkotika di Kota Malang masih menjadi pekerjaan besar bagi BNN Kota Malang. Setelah penangkapan dua dari tiga tersangka yang hendak menyebar tujuh kilogram narkoba di kawasan Malang Raya, BNN Kota Malang terus melakukan pendalaman.
Kamis (19/9) siang, Kepala BNN Kota Malang AKBP Agoes Irianto mengungkapkan, dua tersangka yang diamankan dengan barang bukti satu kilogram ganja, yaitu ARF, 34, warga Jalan Terusan Surabaya Kecamatan Klojen, dan CF, 39, warga Jalan Sunan Kalijaga Lowokwaru, memaparkan modus penjualan narkotika jenis ganja tersebut.
“Mereka memakai modus, mencacah ganja-ganja ini menjadi berbagai ukuran. Setelah menerima pesanan, mereka langsung mengirimkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan. Modus mereka adalah ranjau,” ujar Agoes kepada wartawan di kantor BNN Kota Malang Jalan Mayjen Sungkono.
Sebelum sempat memproses narkotika ini, mereka sudah tertangkap duluan oleh BNN Kota Malang. Agoes merinci, berdasarkan pengakuan sementara, mereka rutin melakukan pengiriman ganja cacahan setiap hari. Mereka mendatangi titik-titik yang sudah ditentukan untuk memasang ranjau ganja.
Agoes juga mengungkapkan, para pelaku terdiri dari satu residivis dan satu pemain baru. “AR ini bekerja di fotokopi, sementara CR pekerjaannya swasta. Tapi itu hanya kedok. Karena sebagian besar waktunya, dihabiskan untuk memproses ganja dan mengedarkannya,” sambung mantan Kepala BNN Nganjuk ini.
Agoes menceritakan, para pelaku yang tertangkap, mengaku kepada petugas menjual narkoba karena tergiur keuntungannya. Apalagi narkoba sebagai komoditi, sangat dicari oleh para pengguna yang akan sakaw bila tidak menerima asupan narkoba secara rutin.
Mantan Kasatreskrim Polres Nganjuk itu juga menerangkan, paketan barang yang diterima oleh para pelaku, diamankan dari kedua rumah mereka. Sementara, satu paket lain, yaitu 4 kilogram ganja disita dari rumah pria berinisial ARV, warga Kecamatan Klojen yang kini diburu petugas.
“Saat kami menggerebek rumah ARV, yang bersangkutan tidak ada. Namun penggeledahan berhasil mengungkap adanya barang bukti 4 kilogram ganja,” tambah pria yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Bojonegoro tersebut. 
Agoes menyebut barang-barang haram tersebut berasal dari Aceh, yang dikirimkan melalui Riau dan Medan, bermodus paket kiriman pakaian. Ganja tersebut diselipkan di dalam celana jeans untuk mengelabui petugas ekspedisi. Para pelaku, mengaku baru dua kali menerima barang dalam jumlah besar ini.
“Kedua pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 junto pasal 111 ayat 1 dan atau pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun,” tutupnya.(fin/lim)



Loading...