Bersepeda, Hakam Berangkat Lagi Kelilingi 14 Negara

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 750 , bagus, agung

MALANG - Hakam Mabruri warga Gading Kecamatan Bululawang kembali keliling dunia. Beberapa tahun lalu ia pernah bersepeda Malang-Makkah bersama istrinya Rofingatul Islamiah. Kini ia kembali bersepeda lintas negara tujuannya adalah Benua Afrika. Ia diberangkatkan dari Ponpes An-Nur 2 Bululawang, Selasa (10/9).
Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, adalah negara yang ramah dan penuh toleransi. Misi inilah yang akan disampaikan Hakam Mabruri dalam perjalanannya.
Menariknya, dalam road to The Glorious Santri Journey In Afrika, Hakam melakukan perjalanannya dengan bersepeda ontel. Alumnus Ponpes An-nur Bululawang ini, akan menempuh jarak sekitar 17.000 kilometer. Dia akan mengelilingi 14 negara di Benua Afrika. Dari Indonesia, akan menuju Mesir, lalu Sudan, Etiopia, Kenya, Uganda, Rwanda, Tanzania, Mozambiq, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Botswana, Namimbia, dan Afrika Selatan. Perjalanan akan ditempuh selama sekitar setahun.
“Tujuan saya adalah kampanye Moslem For Peace. Saya mewakili Ponpes untuk mengkampanyekan hal tersebut,” ungkap Hakam Mabruri.
Alasan memilih Afrika, menurutnya karena sebuah negara yang seksi. Afrika adalah ibu bumi. Banyak permasalahan yang lahir dari negara ini.
“Di Afrika banyak lahir agama-agama samawi dan keyakinan lokal, serta keindahan alamnya. Sangat beda dengan benua yang lain,” ujarnya.
Ada beberapa visi misi yang dibawa Hakam dalam Holy Journey 2 ini. Untuk visi, menyampaikan pesan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Mengunjungi tempat-tempat ibadah agama Islam dan kepercayaan lain untuk menjalin persahabatan.
Kemudian, mengunjungi berbagai tempat bersejarah dari semua agama yang dilalui sepanjang perjalanan. Dan, tadabbur alam.
Sedangkan misinya, memberitahukan kepada dunia internasional bahwa Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, adalah negara yang ramah dan penuh toleransi. Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pesantren bisa mencetak santri-santri dengan pemikiran maju.
Hakam sendiri, sudah sering melakukan perjalanan keluar negeri dengan sepeda angin. Untuk road to Afrika kali ini, dia sudah mempersiapkan diri selama satu setengah bulan lalu.
“Sepeda dan peralatan sudah saya persiapkan. Termasuk perlengkapan dokumen keimigrasian sudah. Perjalanan ini saya yakin akan menghembirakan, meski ada tantangan tersendiri bahwa Afrika itu sulit ditebak,” urainya.
Terpisah, Heri Cahyono yang merupakan promotor dari Road To Africa Holy Journey, menyatakan kesediaanya mensponsori Hakam, karena telah mengenal lama sosok lelaki yang gemar bersepa. “Pertama dulu mengkampanyekan Islam yang damai, di saat kita di Indonesia di kuyo-kuyo sehabis Pemilu Presiden,” terang Heri Cahyono.
Ia mengatakan,. Bahwa perjalanan Hakam dengan bersepeda solo mengarungi benua hitam, membutuhkan persiapan yang matang dari segi keamanan. Mengingat di negara kawasan Afrika seringkali terjadi konfllik.
“Dengan kondisi Afrika yang sulit ditebak, kita siap mengawal Hakam. Jika di suatu negara terjadi konflik, maka sudah kami siapkan way out. Kamj juga mendapat support dari PBNU, yang jaringannya ada di setiap negara, itu bisa kita hubungi nantinya,” jelasnya.(agp/ary)



Loading...