Berekspresi Lewat Tari | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 03 Nov 2019, dibaca : 405 , rosida, Gevzi

Edisi ekstrakurikuler kali ini, kru Genzi berkesempatan berkenalan dengan Pamitra Satata Gatra Kencana (Pamsagaca) Dance. Ini adalah salah satu ekstrakurikuler di SMKN 1 Kota Malang yang bergerak di ranah kesenian tradisional, khususnya di bidang tari.
Tari atau gerakan tubuh adalah salah satu seni pertunjukkan yang diselaraskan dengan iringan lantunan alat musik. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu, pertunjukkan dalam suatu acara hingga ritual keagamaan. Dalam Pamsagaca selalu konsisten mengajarkan tentang tarian-tarian yang identik dengan nilai-nilai kearifan lokal. Untuk lebih ditanamkan rasa tahu akan budaya-budaya yang dimiliki oleh daerah sendiri.
“Karena kita berada di daerah Malang sendiri. Terlebih harus mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri, sebelum mempelajari budaya lain,” sahut Yesintha Octavianti selaku pelatih ekstrakurikuler.
Dalam ekstrakurikuler tersebut, banyak sekali tarian yang diajarkan. Ada yang buatan sendiri maupun memainkan dari gerakan yang sudah ada. Namun, selalu menonjolkan ciri dari budaya lokal yang ada. Lalu juga mempunyai kegiatan rutin yang terpola dengan rapi, agar materi yang disampaikan bisa maksimal kepada para anggota ekstrakurikuler.
“Kalau tarian yang kita pelajari sudah banyak. Tapi kalau karya orisinil ada beberapa judul yaitu srikandi wetan, tari nusantara, tari kreasi gemilang pesona Indonesia. Ada juga tari Mones yang mengambil cerita dari salah satu cerita topeng Malang,” ujar Sintha yang juga merangkap sebagai guru Seni Budaya di SMKN Negeri 1 Malang itu.

    Baca juga : Kaya Spot Foto
Sintha juga menambahkan bahwa banyak benefit yang bisa diraih dengan bergabung di ekskul tari. Dengan menari, seseorang dapat mengekspresikan diri, bisa mengetahui seluk beluk suatu budaya yang dijadikan pembelajaran. Serta hasilnya bisa ditampilkan dan diapresiasi oleh masyarakat banyak. Lalu berbagai event maupun lomba bergengsi juga sudah diikuti. Seperti colourfull indonesia competition di Jakarta, DBL 2018 regional Malang, Malang Culture and Art 2018, HUT PGRI Kota Malang 2018, lomba tari Remo yang diakan oleh Kodim 0833 kota Malang, dan Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) 2019 ini adalah proyek pembuatan karya tari yang diikuti oleh pelajar setanah air.
Menurut ketua umum ekstrakurikuler Pamsagaca Dance, Alexa Vega Jingga, selain mengembangkan keterampilan diri. Melalui belajar menari tradisional yang telah diajarkan tiap pekan, juga selalu disisipkan nilai-nilai nasionalisme. Untuk lebih mencintai tanah air, dengan terus melestarikan budaya khas Indonesia.
“Eskul kami tidak hanya mengajarkan tentang menari saja tapi juga mengembangkan rasa cinta terhadap tanah air, rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar anggota. Serta dalam satu semester kami mendapat dua materi tari sekaligus, mungkin itu yang membuat eskul kami unik hehe,” ujarnya.
Lalu ia juga menambahkan bahwa bergembira dengan diberi kesempatan menekuni tari tradisional. Dengan bisa memberi persembahan atraksinya kepada masyarakat secara luas. “Kalau saya pribadi senang, karena menambah pengalaman tampil di depan orang banyak, terus juga menambah semangat saya mendalami seni tari,” tutupnya.
Wow sungguh mengesankan sekali, bahwa budaya lokal masih sangat relevan untuk dilestarikan saat ini. Jadilah generasi muda yang cinta akan budaya tanah air, wonderfull Indonesia! (*/oci)



Selasa, 03 Des 2019

Mari Saling Menguatkan

Minggu, 01 Des 2019

Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Mengelola stres ketika UAS

Loading...