Bercita-cita Menjadi Guru, Malah Jadi Bupati

Jumat, 18 Oktober 2019

Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 13368 , udi, ira

Menjadi Bupati Malang bukan menjadi cita-cita Sanusi. Justru, pria asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini memiliki cita-cita sebagaI PNS guru. Lantaran itulah, selepas mengikuti pendidikan di MA Raudlatul Ulum, langsung kuliah di IAIN Malang (saat ini UIN Maliki) jurusan pendidikan dasar.
Begitu selesai kuliah, Sanusi sempat mengajar di beberapa sekolah. Seperti di salah satu SMP di Malang, dan menjadi guru MAN Gondanglegi. Waktu itu, mengajar bahasa Inggris. Selain itu, juga pernah menjadi dosen, bahkan sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Malang (Unisma). "Saya sempat mendaftar sebagai CPNS di Kementrian Agama, yang saat itu membuka rekruitmen CPNS. Dan waktu saya lolos," katanya.
Namun, Sanusi urung mewujudkan niat menjadi PNS guru, setelah ayah dan kiai-nya melarang, dengan alasan gaji PNS masuk dalam kategori abu-abu dan tidak halal, lantaran bersumber dari sesuatu yang tidak jelas," ungkapnya.
Sanusi pun tidak berkecil hati dengan larangan tersebut, dan tetap semangat. Dia menyibukkan diri di organisasi. Hingga akhirnya pada 1999, Sanusi yang menjabat sebagai Ketua PAC PKB Gondanglegi, serta mendapat perintah untuk mencalonkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang. Meskipun awalnya tidak mau, Sanusi kemudian luluh. Dia mencalonkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang dan akhirnya jadi. Masuk di jajaran anggota DPRD, Sanusi langsung didapuk sebagai Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) periode 1999-2004.
"Waktu itu usia saya 39 tahun. Sangat idealis," kata ayah dari Ahmad Zulfikar Nurohmana ini.
Idealisnya  muncul saat rapat paripurna pembacaan laporan APBD. Bupati Malang saat itu dijabat Kol Inf Muhammad Said membacakan laporan, bahwa PAD Kabupaten Malang bersumber dari retribusi dan pajak. Diantara retribusi itu berasal dari lokalisasi dan penjualan minuman keras.
Mendengarkan itu, Sanusi langsung interupsi. Kepada Bupati Muhammad Said, dia meminta agar pajak atau retribusi berasal dari lokalisasi dan penjualan miras harus dihapuskan. "Interupsi saya saat itu mendapat atensi. Meskipun tidak langsung, tapi yang jelas, setelah itu ada penutupan lokalisasi, yang dilakukan Bupati Sujud Pribadi saat itu," ungkapnya.
Pada 2004, Sanusi kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang, dan terpilih. Pada 2004 hingga 2009, Sanusi menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang. "Saya menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dua periode," kata Sanusi.
Hingga kemudian, pada 2015, selesai menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang, dia ingin berustirahat. Kepada istrinya, Hj Anis Zaidah, Sanusi pamit untuk beristirahat, dan ingin bertani.
"Namun waktu itu, PKB mengusulkan saya maju Pilkada. Saya berpikir keras saat itu. Hingga akhirnya mau, dengan catatan atau syarat menjadi wakil bupati mendampingi Pak Rendra Kresna. Jika dipasangkan dengan calon lain dan maju sendiri, saya menolak," ceritanya.
Keinginan tersebut disampaikan PKB kepada Rendra Kresna yang seketika setuju. Rekom dari PKB pun keluar yang menyebutkan Rendra Krena ditunjuk sebagai calon Bupati Malang dan Sanusi sebagai Wakil Bupati Malang. "Jadi yang merekom Pak Rendra dan saya pertama kali itu adalah PKB, baru kemudian partai-partai lainnya," ungkap alumni STIE Mitra Indonesia Yogyakarta ini.
Perhelatan politik itu kemudian memenangkan Rendra dan Sanusi. Pada 17 Febuari 2016 keduanya dilantik sebagai Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang periode 2016-2021.
"Selama menjadi wakil ya begitu. Saya hanya menjalankan yang ditugaskan Bupati Malang, dan pengawasan. Tidak ada kebijakan, tidak boleh memberikan perintah," kata Sanusi.
Dia mengibaratkan wakil adalah singkatan Awak dan Sikil. Tugasnya tergantung pada penugasan bupati. ‘’Selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Malang, saya selalu berupaya menjalankan tugas dengan baik," ungkapnya.
Dan Sanusi sama sekali tidak menyangka, jika dari wakil, kemudian karirnya meningkat sebagai kepala daerah. Tugasnya pun semakin berat. Namun, dia sangat yakin dapat menjalankan semua tugas tersebut dengan baik. (ira/udi)



Minggu, 06 Okt 2019

Menunggu Bukti Atasi Banjir

Loading...