Bercita-cita Jadi Dokter, Dua Kali Gagal Masuk UMPTN | Malang Post

Sabtu, 16 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 16389 , udi, ira

Ditanya apakah memiliki cita-cita sebagai Wakil Bupati Malang? Darman menggelengkan kepala. Tapi, sejak kecil dia sudah kerap menjadi pemimpin. Mulai dari sebagai ketua kelas, ketua osis, sampai dengan saat ini, menjadi Ketua Alumni SMAN 2 Pamekasan.
”Waktu kecil saya memiliki cita-cita sebagai dokter. Itu sebabnya, saat lulus SMA tahun 1986, saya langsung ke Surabaya untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) mengambil jurusan kedokteran. Saat itu memilih dua universitas negeri, yaitu Universitas Airlangga, Surabaya, dan Universitas Gajahmada, Yogyakarta. Tapi, tidak lolos.
Bukan berarti ayah dari Violiona Kinanti ini menyerah, tapi dia mencoba lagi tahun depannya. ”Tahun depannya saya tidak lolos lagi,’’ katanya sembari tersenyum.
Saat tidak lolos kali kedua, Darman mengaku sempat kecewa. Apalagi dia yakin, seluruh soal UMPTN saat itu mampu dia kerjakan. ”Saya ini secara akademis lumayan, selalu juara kelas, dan saat SD sampai SMA saya selalu mewakili sekolah untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Makanya saat tidak lolos dua kali UMPTN saya kecewa,’’ tambah ayah dari Pandu Gilang Perkasa ini.
Tapi, Darman mengembalikan lagi pada dirinya. Bahwa, ini merupakan takdir dari Allah SWT. Sehingga saat orang tuanya meminta dia melanjutkan sekolah di Malang, Darman pun mau. Singkat cerita, dia memilih STIE Malangkucecwara untuk kuliah.
Di kampus, Darman aktif di band. Bahkan dia menjadi vokalis band di kampus, dan sering manggung saat ada acara-acara kampus. Kuliah S1, di tempuh Darman selama empat tahun. Dia lulus tahun 1991. Dan pada 1992, Darman menjadi dosen di STIE Malangkucecwara. ”Saya memutuskan menjadi dosen itu hanya hitungan menit,’’ kata Darman.
Dijelaskan Darman, hitungan menit yang dimaksud, saat itu dia hendak melamar pekerjaan sebagai karyawan BNI, karena waktu itu sedang rekruitmen. ”BNI ada lowongan. Tempat pendaftarannya di Kampus Malang Kucecwara. Saat itu saya berniat mendaftar ke sana. Tapi, saat berjalan menuju tempat pendaftaran di lantai 3, saya bertemu dengan pengurus yayasan di lantai dua, yang meminta saya menjadi dosen,’’ ungkapnya.
Darman berpikir sejenak, kemudian pulang, dan menulis lamaran menjadi dosen. Saat itu STIE Malangkucecwara juga sedang membuka rekruitmen dosen. ”Saya memilih jadi dosen, karena saya ini suka bicara, maksunya pidato, orasi dan lainnya. Jadi saat menjadi dosen, saya pikir bukanlah hal yang susah,’’ ungkapnya.
Dia pun menjadi dosen favorit di kampus tersebut. Banyak mahasiswa mengidolakan dia. Bukan karena dia memiliki wajah ganteng. Tapi cara dia mengajar itulah yang membuat para mahasiswa mengidolakan dirinya. Saat menjadi dosen STIE Malang Kucecwara, Darman bertemu Dwi Kurniawati, istrinya. Dia memilihNia begitu sang istri dipanggil, karena selain cantik Nia juga pintar bernyanyi. Saat ini Darman memiliki empat anak. (ira/udi)



Loading...