MalangPost - Berawal dari Keprihatian, Pelopori Kampung Tangguh

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Berawal dari Keprihatian, Pelopori Kampung Tangguh

Senin, 01 Jun 2020, Dibaca : 1023 Kali

MALANG - Berawal dari rasa prihatin akan pertambahan virus disertai permasalahan yang kompleks, tercetuslah pendirian Kampung Tangguh. Inisiasi ini dipelopori oleh Mangku Purnomo SP., M.Si., Ph.D, anggota Tim Satgas Covid-19 Universitas brawijaya (UB). Kini Kampung Tangguh pun sukses menjadi percontohan Jawa Timur.


Mangku yang didapuk meracik hand sanitizer untuk UB ini mengakui pandemi Covid-19 sulit diprediksi kapan akan berakhir, membuat pemerintah dan aparat memiliki keterbatasan dalam mengatasi permasalahan. Sehingga harus ada upaya gotong-royong sampai level kampung atau grass root.
"Atas dasar itulah saya dan Kol (inf) Zainuddin, Komandan Korem 083 Baladhika Jaya membuat kerangka konseptual dibantu oleh para ahli UB bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ekonomi, politik juga hukum dan pertahanan keamanan," ujar pria yang menjabat sebagai wakil dekan II FP UB ini.


Usai konsep, uji coba dilakukan ke beberapa wilayah seperti kampung lingkar kampus dan kampung Cempluk. Kegiatan di Kampung Cempluk kala itu turut dihadiri oleh Danrem, Bupati Malang, Dandim dan Kapolresta. Setelah simulasi disusunlah buku manual PSBB Kampung Tangguh.
Kampung Tangguh memiliki tujuh kriteria ketangguhan, antara lain tangguh logistik, tangguh Sumber Daya Manusia (SDM), tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh keamanan dan ketertiban, tangguh budaya serta tangguh psikologis. Saat ini lebih dari 100 kampung di kota dan kabupaten se-Jawa Timur hingga luar Jawa yang telah diinstall berbagai ketangguhannya tentang bagaimana menangani dan mengatasi dampak penyebaran Covid-19.
"Sambil uji coba, Satgas UB dan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) menginstal kampung-kampung tangguh di Kota Malang hingga 60 kampung tangguh," urai laki-laki 43 tahun ini.
Tak hanya itu, Kampung Tangguh juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang akhirnya menjadikannya sebagai program Malang Raya dan Jawa Timur. Kampung Tangguh Malang Raya juga diadopsi untuk diterapkan di seluruh kampung atau RW di Jawa Timur.


Meski tengah menuai sukses namun Mangku dan Tim Satgas Covid-19 UB terus bergerak mensosialisasikan, mengedukasi masyarakat dalam mengatasi dan melawan virus Corona. Edukasi yang dilakukan juga berkaitan dengan pemulasaraan jenazah pasien terinfeksi Covid-19 di Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang.
"Hadirnya Kampung Tangguh di Malang Raya danĀ  di Jawa Timur diharapkan dapat mengatasi dampak yang diakibatkan Covid-19," tandas Mangku. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Epariyani