Belajar Sabar dan Bijaksana | Malang Post

Sabtu, 16 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 1161 , bagus, amanda

Memiliki hobi menyanyi, membuat Prilia Auranti tertarik untuk bergabung dengan tim paduan suara. Meski awalnya sempat keteteran dalam membagi waktu dengan jadwal kuliah, Prilia berusaha menikmati keduanya dengan santai. Semakin lama, justru ia menemukan banyak pengalaman yang memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sehari-harinya.
Ketika masih menjadi mahasiswa baru dan tergabung dalam paduan suara, ia mengaku sempat merasa kesulitan untuk membagi waktunya. Seperti diketahui, mahasiswa baru masih padat jadwal kuliah dan tugas.
“Awalnya saya merasa capek, karena selalu bentrok dengan laporan-laporan. Kemudian, saya mencoba beradaptasi dan menikmati semuanya. Akhirnya, saya justru belajar banyak hal,” terang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan ini.
Menurut perempuan berzodiak Taurus ini, sejak bergabung dengan tim paduan suara, ia merasa ada perubahan positif yang terjadi di hidupnya. Prilia menjadi lebih disiplin, pandai membagi waktu dan menjaga solidaritas.
“Selain belajar menyanyi dengan teknik yang benar dan menyeimbangi suara, bergabung di grup paduan suara ini juga melatih kesabaran. Serta, membuat saya lebih gembira untuk melepas penat,” papar perempuan yang memiliki hobi berenang ini.
Saat ini, Prilia mengaku ia sedang sibuk melakukan persiapan lomba Paduan Suara di Jakarta World Choir Festival (JWCF) yang akan diselenggarakan pada 26-27 Oktober 2019 mendatang.
“Target kami dapat gold medal di acara tersebut,” ujar perempuan berusia 21 tahun itu.
Dalam ajang tersebut, Prilia bertindak sebagai ketua official atau ketua pelaksana yang dituntut untuk memenuhi target. “Saya harus belajar lebih banyak lagi, bisa tegas dan bijaksana. Sebab, selama ini lebih banyak bercanda,” ujar dia sambil terkekeh.
Selama menjadi ketua pelaksana, ia sempat mengalami beberapa kendala. Mulai memberikan semangat para anggotanya yang sudah mulai kendor hingga menghadapi salah satu anggotanya yang tiba-tiba mengundurkan diri. Padahal, event bertaraf internasional itu hanya tinggal hitungan hari.
“Saat itu, saya berupaya membujuk agar tetap ikut. Namun, ia memiliki alasan yang kuat untuk mundur. Mau nggak mau kami harus ikhlas,” ujar dia.
Namun, Prilia menguraikan, anggota yang keluar tersebut harus memberikan pengganti dan membayar iuran rutin hingga masa kepanitiaan habis. “Kepanitiaan ini akan berakhir bulan Mei, ia harus melunasi sampai selesai,” kata dia.
Meski demikian, Prilia berharap, ia dan timnya bisa terus solid hingga perhelatan tersebut berlangsung. Sehingga, bisa mendapatkan target yang diinginkan.(tea/ary)



Kamis, 14 Nov 2019

Temukan Passionmu

Kamis, 14 Nov 2019

Suka Pengalaman Baru

Kamis, 14 Nov 2019

Antara Pendidik dan Penyanyi

Loading...