Bau Masuk Pemukiman, DPRD Sidak TPA | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 19 Nov 2019, dibaca : 345 , Febri, Kerisdiyanto

BATU - Bau sampah yang menguap hingga 1-2 kilometer dari TPA Tlekung mendapat perhatian anggota DPRD Kota Batu. Anggota DPRD dari Komisi C di langsung melakukan sidak ke TPA berlokasi di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (19/11). Anggota dewan mendorong Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengadaan alat pengolah sampah untuk 24 desa/kelurahan.
Pengadaan mesin pengolah sampah tersebut dilakukan agar tidak semua sampah langsung masuk TPA Tlekung. Sampah lebih dulu dikelola pada masing-masing desa/kelurahan sehingga TPA Tlekung tidak jenuh dan bau tidak menyengat masuk pemukiman.  
Ketua Komisi C DPRD Batu, Khamim Thohari menyebutkan, pihaknya melakukan sidak karena keluhan masyarakat Desa Tlekung. Mereka mendapatkan bau sampah tidak sedap dengan asumsi pengolahan yang kurang baik.
Pihaknya meminta DLH melakukan pengadaan mesin pengolah sampah setiap desa. Dengan perhitungan, anggaran mesin pengolahan sampah Rp 300 juta setiap unit.
"Setiap desa/kelurahan mendapat mesin pengolah sampah, termasuk plastic. Sampah plastik ini bisa dijadikan paving sehingga memiliki manfaat dan sampah tidak menumpuk di TPS Tlekung," bebernya.
Dia menginginkan, pengadaan alat pengolah sampah setiap desa dan kelurahan mulai 2020. Pihaknya juga melihat pada PPAS tahun 2020, DLH merencanakan anggaran pengolahan sampah senilai Rp 2,3 miliar. Melalui anggaran tersebut, ada empat hingga lima unit pengolah sampah akan dibeli.
Mesin pengolahan sampah, kata dia, sangat dibutuhkan Kota Batu sebagai destinasi wisata. Selain itu warga semakin padan dengan menghasilkan sampah 60 ton per hari. Sedangkan hari libur, produksi sampah meningkat jadi 70-80 ton per hari.
Selain itu, DPRD menginginkan DLH berkoordinasi dengan BUMDES. Langkah itu dilakukan untuk edukasi mengelola sampah dengan bijak sehingga Kota Batu menjadi menjadi bersih dan nyaman.
Seperti diketahui, DLH sudah merencanakan membeli alat pengurai sampah untuk TPA Tlekung. Alat itu untuk mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan dari sampah di TPA Tlekung karena sampah langsung diolah. Mesin pengolah sampah itu bisa mengolah 30 ton sampah perhari. Selain itu, DLH berencana melakukan perluasan lahan TPA Tlekung. (eri/feb)



Loading...