MalangPost - Bapak Biadab, 6 Tahun Mangsa Anak Kandung

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Bapak Biadab, 6 Tahun Mangsa Anak Kandung

Selasa, 26 Mei 2020, Dibaca : 29526 Kali

MALANG – Seekor harimau tidak akan menerkam anaknya. Namun pria asal Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun berinisial EFK, tega memangsa anak kandungnya sendiri. Pria berusia 43 tahun tersebut, menyetubuhi anaknya selama hampir enam tahun. Kenanga (nama samaran, red) disetubuhi mulai tahun 2014 hingga April 2020.


Akibat perbuatan bejatnya tersebut, EFK harus meringkuk di dalam rutan Mapolresta Malang Kota. Dia ditangkap petugas di Jalan Ikan Tombrok, Kecamatan Lowokwaru setelah polisi mendapat laporan dari ibu korban.
“Tersangka merupakan ayah kandungnya sendiri. Sejak tahun 2014 lalu, sudah berulang kali tersangka menyetubuhi anaknya,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu kepada Malang Post.


Diperoleh keterangan, selama ini Kenanga tinggal bersama dengan ayahnya. Pasalnya sejak tahun 2014 lalu, kedua orangtuanya bercerai. Entah setan apa yang merasuki pikiran EFK, setelah berpisah dengan istrinya dia malah melampiaskan hawa nafsunya kepada anaknya. Padahal saat itu usia Kenanga masih 13 tahun.


Tersangka bisa leluasa melampiaskan nafsunya lantaran di rumah tidak ada siapapun. EFK merayu dan mengancam Kenanga saat memaksa berhubungan badan. Lantaran takut dengan ancamannya, Kenanga akhirnya pasrah dan diam saat disetubuhi.
“Selama bertahun-tahun korban diam karena takut dengan ancaman ayah kandungnya. Setiap kali usai berbuat, EFK lantas memberi korban uang Rp 50 ribu dan mengancam untuk tidak menceritakan kepada siapapun,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Malang ini.


Terungkapnya perbuatan bejat tersangka bermula dari korban yang sudah tidak tahan dengan sikap ayahnya. Kenanga secara diam-diam pergi ke rumah ibunya, lalu menceritakan semuanya. Karena tidak terima akhirnya ibunya melaporkan ke polisi hingga EFK ditangkap.
Akibat perbuatannya, EFK dijerat dengan pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 204 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.(tea/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Amanda Egatya