BALADA RUMAH Mewah Ijen Boulevard, Bertahan Atau Berubah Bentuk

Rabu, 16 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 2436 , bagus, sisca

Kawasan Ijen Boulevard sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Sesuai aturannya kawasan cagar budaya. Ada aturan khusus bagi pemilik atau pengelola bangunan agar tidak sembarangan mengubah atau melakukan perbaikan. Karena akan mempengaruhi keaslian ciri khas dari cagar itu sendiri.
Tetapi, jika kita melihat sejenak kawasan Ijen. Tidak sedikit yang sudah berubah bentuk bahkan direnovasi hampir 90 persen. Sehingga bentuk asli sudah tidak lagi terlihat. Yang paling terlihat saat ini adalah di Rumah No 4 Ijen Boulevard.
Rumah kuno bergaya Eropa Klasik ini sudah tidak lagi terlihat bentuk aslinya. Dari luar saja terlihat kerangka atap berubah hampir semuanya dengan kerangka besi.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang pun nampaknya  juga merasa kecolongan akan adanya perombakan tersebut. Hal ini ditegaskan Arkeolog dari Universitas Negeri Malang,  sekaligus anggota TACB Kota Malang M. Dwi Cahyono kemarin.
 “Jadi awal pembahasan kami dengan owner itu agak alot dan panjang. owner mengajukan desain penanganan (perombakan,red) sebanyak mungkin yang dia bisa. Sementara TACB mencoba untuk meminimalkan sebanyak mungkin perombakan,” tegas Dwi.
Diketahui hasil rekomendasi yang diberikan adalah eksterior (sisi luar) bangunan harus dipertahankan. Hal ini termasuk tembok bangunan yang tidak boleh dijebol kecuali bagian belakang yang memang sudah pernah diperbaiki sebelumnya. Kemudian bagian atap pun direkomendasikan untuk tetap dipertahankan dan bentuknya tidak boleh diubah.
“Tetapi saya juga sempat lihat kok jadinya seperti itu? Seperti hampir 40 persen saja yang asli masih bertahan,” jelasnya menyayangkan.
Dirinya juga mengetahui ada yang menganggu dari aktivitas perombahan rumah kuno yang berada di samping Rumah Dinas Wali Kota Malang. Namun pihaknya tidak dapat memberikan tindakan apapun. Bahkan untuk sekedar memonitoring ke lapangan sajapun tidak dapat dilakukan. Karena TACB tidak punya wewenang memberikan sanksi atau tindakan.
Dwi juga sempat mengatakan ada sekitar 80 unit rumah kuno yang teridentifikasi TACB Kota Malang. Akan tetapi saat ini kurang lebih hanya 20 unit saja yang benar-benar masih utuh tidak ada perubahan.
Menurut pantauan Malang Post pun beberapa lokasi rumah pun ada yang berubah meski tidak sepenuhnya. Salah satunya di rumah no 31. Rumah ini sebelumnya tidak bertingkat dan bergaya Eropa Klasik.
Saat ini rumah ini telah berubah menjadi rumah semi modern dan bertingkat. Tidak jauh itu pula di kawasan Terusan Ijen dan Jalan Guntur menjadi kafe atau rumah usaha. Salah satunya yang bersampingan dengan Gereja Ijen.(ica/ary)



Minggu, 06 Okt 2019

Menunggu Bukti Atasi Banjir

Loading...