MalangPost - Awas! Pelaku Kejahatan Makin Nekat

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Awas! Pelaku Kejahatan Makin Nekat

Kamis, 16 Apr 2020, Dibaca : 18057 Kali

MALANG - Kejadian kriminalitas beruntun di Malang Raya di tengah virus Corona sedang meneror warga. Pelakunya makin nekat! Bahkan mantan napi yang diberi bonus bebas karena program asimilasi kembali berulah.
Di Kota Malang misalnya,  Prasnowo atau Faizal tertangkap massa saat ketahuan melakukan aksi pencurian  motor di Kota Malang. Kejadiannya di Jalan Raden Intan, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Minggu (12/4) lalu.


Padahal pria 43 tahun itu  baru bebas melalui program asimilasi virus Corona dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun. Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu baru bebas 9 April lalu. Dia akhirnya kembali menempati sel di tahanan Polresta Malang Kota.


Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengaktifkan kembali program kring serse untuk menekan angka kejahatan. "Serta melakukan patroli khusus di jam-jam rawan. Mulai pagi hingga dini hari. Yang menjadi perhatian kami adalah pelaku kejahatan seperti curat dan curanmor," jelasnya.


Mantan Wakapolrestabes Surabaya itu tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas untuk memberi efek jera bagi pelaku kejahatan. "Kami akan memberi tindakan tegas terukur. Bagi para pelaku maupun calon pelaku, silahkan mencoba. Sudah saya ingatkan (kalau akan mendapatkan sanksi tegas)," tegas Leo.


Hal tersebut juga diberlakukan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang baru saja bebas karena mendapat program asimilasi dari Kemenkumham.  "Terkait data WBP asimilasi, sudah kami dapatkan dari pihak Lapas. Kami akan telaah satu-persatu, dan langsung diawasi gerak-geriknya oleh polisi," tandas dia.
Di Kabupaten Malang, memang belum ada napi asimilasi yang kembali berulah. Namun Polres Malang tetap waspada. Segala upaya untuk meredam tindak kejahatan sudah dilakukan sejak awal. Selain menerjunkan seluruh personel Reskrim, juga melibatkan anggota Bhabinkamtibmas  di setiap desa.
“Data mereka sudah ada (napi yang mendapat asimilasi, red). Mereka yang tinggal di wilayah Kabupaten Malang, akan diawasi oleh anggota Bhabinkamtibmas. Meskipun sebenarnya tugas pengawasan melekat pada Bapas,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.


Selain melibatkan Bhabinkamtibmas, Polres Malang juga menerjunkan seluruh anggota Kring Serse. Mereka meningkatkan patroli di setiap titik rawan. Terutama pada jam rawan terjadinya kejahatan.
Antisipasi lain yang dilakukan Polres Malang  yakni membuat kawasan phisycal distancing di masing-masing desa. Penerapan phisycal distancing selain mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus mengantisipasi terjadinya kejahatan.
“Dengan phisycal distancing, akses masuk ke desa hanya satu arah. Semua warga yang keluar masuk akan diperiksa oleh warga yang berjaga. Selain itu, tiga pilar di setiap desa juga sudah diimbau untuk melakukan patroli wilayah secara berkala,” terangnya.


Dalam waktu sepekan terakhir ada dua tindak kejahatan yang berhasil diungkap. Pertama adalah kasus percobaan perampasan yang terjadi di konter HP Lorbo Cell Kepanjen, pada Sabtu (11/4).
Kejadian kedua yakni kasus curanmor  di Dusun Pohbener, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir pada Senin (6/4). Pelakunya dua orang warga Dusun Ngragi, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir. Meski bukan napi asimilasi, tetapi pelakunya residivis kasus curanmor dan perampasan yang baru bebas dua bulan lalu.


Pelaku curamor kembali berkeliaran di Kota Batu.  Selasa (14/4) malam warga Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo meringkus pelaku curanmor yang tengah beraksi di sebuah warung.
Tersangka lalu diamankan oleh Polres Batu setelah sebelumnya kepergok  warga saat mencuri motor milik  warga RT 01 RW 08 Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.   "Saat kejadian ada teriakan maling. Saat itulah ada seorang baju putih yang ternyata pelaku lari terbirit-birit. Warga mengejar pelaku lalu menangkap dan menyerahkan ke polisi,” jelas Supriadi, saksi mata kejadian.


Namun demikian, Kapolres Kota Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan, selama tahun 2020 terhitung sejak bulan Januari hingga awal April tingkat kriminalitas relatif tetap seperti biasanya.
“Kalau untuk angka kriminilitas di Kota Batu masih sama, hanya yang lebih banyak kasusnya adalah pecurian motor (curanmor). Untuk kasus curanmor tahun 2020 tertinggi di bulan Januari sebanyak tujuh kasus, Februari empat kasus, Maret empat kasus dan awal April satu kasus yang baru saja semalam digagalkan warga,” ungakpanya.


Lebih lanjut Harviadhi mengatakan pihaknya meningkatkan patroli. “Makanya sekarang kami dari Pihak Polres Kota Batu terus melakukan giat operasi sabhara di tempat-tempat yang mempunyai potensi terjadinya kejahatan,” kata dia.   (tea/agp/mg2/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi