MalangPost - Arema Terancam Kehilangan Musuh Abadi

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

Arema Terancam Kehilangan Musuh Abadi

Senin, 06 Jul 2020, Dibaca : 4884 Kali

MALANG – Kelanjutan kompetisi Liga 1 2020, Oktober mendatang, sepertinya tidak akan diikuti 18 klub. Hingga kemarin, beberapa klub masih bersikap abu-abu. Antara terus atau tidak melanjutkan kompetisi. Diantaranya justru rival abadi Arema, Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.

Kedua klub tersebut, belum memutuskan sikap. Berbagai alasan disampaikan. Intinya terkait pandemi corona yang tak berkesudahan. Termasuk Barito Putera dan Persipura Jayapura.

Azrul Ananda, Presiden Persebaya melalui laman klub Bajul Ijo, tidak setuju kompetisi dilanjutkan.Tidak adanya panduan teknis yang jelas dan detail pada klub, apabila kompetisi dilanjutkan, menjadi alasan.

‘’Keputusan untuk melanjutkan kompetisi, di tengah situasi yang serba tidak pasti, justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa, fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir,’’ ujar Azrul.

 

Masih ditambah kondisi di Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik), masih sangat berisiko jika ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan. Di Surabaya Raya, penambahan pasien covid-19, masih tertinggi di Indonesia.

Barito Putera punya alasan hampir sama. Melalui CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman masih mempertanyakan kejelasan protokol kesehatan, yang menjamin keseamatan dan kesehatan pemain, pelatih, ofiial serta semua pihak yang terkait.

‘’Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat, harus melawan pandemi ini,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI ini. Asisten pelatih Yunan Helmi, sempat terinfeksi virus covid-19. Dia harus dirawat satu bulan di salah satu rumah sakit di Banjarmasin.

 

Saat virus masih merajalela, Barito Putera merasa kurang berkenan jika kompetisi kembali bergulir. ‘’Prinsip kami, mencegah lebih baik daripada harus mengobati. Karena risiko cukup besar. Kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan,’’ kata Hasnuryadi.

Pendatang baru di Liga 1 2020, Persik Kediri setali tiga uang. Melalui Presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih, kompetisi di tengah pandemi covid-19, sangat berisiko. Apalagi belum ada tanda-tanda pandemi segera berakhir.

Persik mengaku sudah menerima Surat Edaran Nomor SKEP/53/VI/2020 itu, yang menyebut kompetisi Liga 1, dimulai Oktober. Hanya saja, sikap Persik terkait kelanjutan kompetisi, tidak berubah. Tim asal Kediri ini berharap, liga dihentikan. Diganti dengan turnamen.

 

Meski Hakim tetap mengapresiasi upaya PSSI, dalam merumuskan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Begitu juga dengan rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB), menanggung biaya rapid test dan pencegahan covid-19 selama kompetisi berlangsung.

Pun dengan Persipura. Klub asal Papua ini belum siap jika kompetisi dilanjutkan Oktober mendatang. Benhur Tomi Mano, Ketua Umum Persipura menyebut alasan Papua masih berada di zona merah, menjadi penyebab. Karena mereka tidak bisa keluar dari wilayah, jika kompetisi digelar di Pulau Jawa.

‘’Kami tidak ada transportasi keluar Papua. Jika dipusatkan di Pulau Jawa, susah buat kami. Mau keluar saja tidak bisa, pesawat juga belum bisa terbang karena penyebaran COVID-19 masih tinggi. Di sini masih zona merah,’’ ujar Benhur, seperti dikutip RRI.

Benhur mengaku masih akan membahas masalah itu dengan manajemen. Termasuk membutuhkan petunjuk PSSI, terkait jaminan Persipura bisa keluar dari Papua. ‘’Setelah keputusan keluar, belum ada lagi komunikasi dengan PSSI. Kami akan bersurat. Kami butuh petunjuk dari PSSI sesuai pertimbangan kami. Jadi, kami belum bisa memberi kepastian (bisa ikut kompetisi atau tidak),’’ ujarnya.

 

Lantas bagaimana sikap PSSI terkait klub yang belum memberikan kepastian? Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI, tidak akan memberikan sanksi, andai klub-klub tersebut tidak melanjutkan kompetisi.

‘’Tidak ada sanksi. Degradasi saja tidak ada, apalagi sanksi. Belum sampai ke sana. Kami akan ajak mereka diskusi. Pak Hasnuryadi (CEO Barito Putera, Red.) kan teman kami. Begitu juga yang lainnya,’’ kata Iwan Bule, panggilan akrabnya.

PSSI, lanjut Iwan, menghargai sikap klub-klub tersebut. Meski PSSI akan berusaha membujuk, untuk mau melanjutkan kompetisi. ‘’Namanya situasi. Pelan-pelan, ini masih ada tiga bulan lagi. Kami akan berkomunikasi agar satu persepsi. Yang jelas, tidak masalah. Namanya perbedaan pendapat itu wajar,’’ tutur Iwan Bule. (***/avi)

Editor : Sunaviv
Penulis : Redaksi