Angkanya Turun di Kota Batu | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 17 Nov 2019, dibaca : 339 , Bagus, Kerisdiyanto

Kanit PPA Kota Batu, Ipda Anton Hendry mengungkapkan bahwa kekerasan pada anak dan perempuan di Kota Batu terjadi peningkatan tahun 2017 ke tahun 2018. Sedangkan untuk tahun 2018 ke tahun 2019 terjadi penurunan.
Ia menerangkan, beberapa kasus kekerasan pada perempuan karena faktor ekonomi. Sedangkan untuk kekerasan pada anak karena faktor lingkungan, latar belakang keluarga, dan pendidikan.
"Rata-rata kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan karena faktor perselingkuhan. Sedangkan untuk kekerasan pada anak karena berkelahi di kalangan pelajar," terangnya.
Lebih lanjut, ketika terjadi kekerasan dan dilaporkan ke Kepolisian. Kasus kekerasan anak tak bisa terburu-buru untuk dimasukkan dalam perkara pidana. Pasalnya melihat usia yang masih muda dan menyangkut masa depan sang anak. Sehingga penanganan perkara diharapkan tidak berlanjut sampai ke ranah hukum.
Sedangkan untuk kekerasan terhadap perempuan, yang diungkpanya sebisa mungkin juga diselesaikan secara kekeluargaan. Kecuali korban telah memiliki bukti yang lengkap terkait kekerasan yang dialaminya.
Unrltuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak dan perempuan, Unit PPA Polres telah melakukan langkah preventif dengan sosialisasi ke sekolah untuk pelajar tingkat SMP dan SMA. Bila perlu Polres Batu juga akan melakukan sosialisi di tingkat SD.
Ia menguraikan, untuk jumlah kekerasan perempuan dan anak di Kota Batu semakin menurun tiga tahun ini. Tahun 2017 ada 22 kasus, 2018 ada 33 kasus, dan tahun 2019 ini tahun 15 kasus.
Permasalahan kekerasan terhadap anak mendapat tanggapan dari Program Manager Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Jatim, Silvana Erlina. Ia mengungkapkan jika parenting (proses pembelajaran pengasuhan interaksi antara orang tua.red) harus dilakukan. Karena kadang-kadang orang tua tidak paham mendidik anak.
"Jadi harus diberi pendidikan kepada orang tua bagaimana mendampingi anak untuk proses tumbuh kembang anak. Padahal anak itu punya aktifitas yang tinggi. Sehingga perlu memahami karakter anak yang menjadi cerminan orang tua," bebernya.
Mendidik, ditegaskannya tidak harus dengan kekerasan. Tapi melalui kasih sayang dan penuh perhtian dan memahami karakter. Karena anak adalah cerminan orang tua dan orang tua sebagai contoh teladan bagi anak-anak mereka.(eri/ary)



Loading...