Aiptu Lilik Purwito, Bhabinkamtibmas Terbaik Kota Malang

Rabu, 16 Oktober 2019

Senin, 09 Sep 2019, dibaca : 945 , vandri, fino

JADI polisi harus luar biasa. Usia bukan batasan untuk mendedikasikan diri. Begitulah Aiptu Lilik Purwito dalam kesehariannya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Karangbesuki, Polsek Sukun. Ia mengabdi totalitas dengan cara yang tak biasa. Atas dedikasinya itu, bintara polisi ini diganjar prestasi Bhabinkamtibmas terbaik tahun 2019.

Kumisnya tebal, ekspresinya serius. Jika tak bicara, Lilik terkesan galak. Begitu mengetahui kesehariannya, ternyata dia polisi yang selalu dinanti kehadirannya. Apalagi saban hari, Lilik blusukan di masyarakat.
Ia supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Dari orang tua sampai anak-anak di Karangbesuki suka dengan cara pendekatan pria berusia 57 tahun itu. Apalagi selalu semangat menangani urusan masyarakat.
Empat tahun kehadirannya di Karangbesuki sangat dirasakan warga. Lilik menghadirkan institusi kepolisian dengan berbagai cara apik. Salah satunya membentuk Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM). Disinilah kemampuan mengorganisir masyarakat yang majemuk dibuktikan.
Forum ini beranggotakan tokoh masyarakat dari lintas latar belakang. “Saya mendirikan FKPM bersama M Irmon, S.Kom, MPd. Kami menggandeng semua elemen. Seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, pengusaha  hingga seniman,” kata bapak empat anak ini.
Lewat forum komunikasi itulah Lilik melakukan pendekatan kepada masyarakat. Ia memberi rasa aman dan mengayomi secara maksimal. Tidak jarang, Lilik lewat FKPM membagikan jaket, topi, baju, tongkat hingga senter kepada para petugas pengamanan kampung.
“Kami menghidupkan poskamling. Kami pakai kas FKPM, beli kaos, topi, tongkat hingga senter untuk diberikan kepada penjaga di kampung. Saya selalu berkeliling, baik itu pagi, siang malam, dan kadang subuh, untuk rembug dengan warga. Agar komunikasi selalu intens dan dekat,”  katanya.
Berbagai fenomena sosial di wilayah tugasnya  cepat direspon. Apalagi dia membuka WhatsApp miliknya untuk masyarakat. Setiap ada kegiatan di kampung, Lilik selalu hadir. Entah itu kegiatan keagamaan, sosial, seni. Warga pun dengan mudah mengenalnya.
“Masyarakat Karangbesuki ini kan plural. Ada tokoh agama, tokoh seni, tokoh akademisi, politisi hingga pengusaha. Setiap ada kegiatan kemasyarakatan, atau kegiatan seni warga Karangbesuki, saya selalu mengupayakan untuk hadir. Misalnya, ada bantengan, saya datang,” sambung Lilik.
Totalitasnya bukan tanpa sebab. Ia ingin memberi dampak bagi masyarakat di sekitarnya. Soal totalitas bertugas memang tak bisa ditawar. Walau akan pensiun, tapi semangatnya tak pernah kendor.
“Saya akan pensiun tahun 2020. Usia saya sudah 57 tahun, sedang jalan 58. Di usia saya ini, saya hanya berpikir, untuk memberikan yang terbaik dari untuk masyarakat di sekitar saya ditugaskan,” ujar Lilik.
Sebagai seorang Bhabinkamtibmas, Lilik setiap hari terjun di masyarakat dan selalu bersentuhan dengan urusan warga. Polisi alumnus Sekolah Polisi Negara (SPN) Pontianak angkatan 1985 ini harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Entah itu anak-anak, remaja, orang dewasa, seniman, pengusaha, tokoh agama hingga politisi.
Selain itu, setiap ada kesempatan, Lilik masuk ke sekolah-sekolah, terutama TK dan SD. Tujuannya memberi wawasan kebangsaan. Dia tidak memakai cara ceramah, apalagi memberi sosialisasi formal yang tak mungkin didengarkan anak kecil. Sebaliknya, Lilik memakai metode yang disukai anak-anak.
“Misalnya di SD Gasek, saya tidak pernah beri ceramah. Saya tanya ke anak-anak, siapa yang hafal Pancasila, silakan maju ke depan. Kalau hafal, dan temannya setuju, anaknya saya beri reward, itu lebih efektif,” kata Lilik.
Ia pun selalu berpesan agar anak-anak jangan takut polisi. “Karena polisi itu sahabat anak. Tak hanya hafalan Pancasila, saya sering meminta mereka menyanyikan lagu kebangsaan. Jika hafal, dan teman-temannya setuju serta senang dengan penampilan temannya, saya beri hadiah,” sambungnya.
Meski menampak usia jelang pensiun, Lilik tak mau ketinggalam zaman. Dia menggunakan media sosial video seperti YouTube, untuk mengunggah semua kegiatan bersama warga Karangbesuki. Di antaranya testimoni masyarakat soal Bhabinkamtibmas, kegiatannya di acara seni warga, dan banyak kegiatan lain, diunggah lewat YouTube.
Lilik mengabdi di Polri sejak tahun 1986. Setelah lulus SPN, dia sempat ditugaskan di pedalaman Kalimantan Barat. Pada tahun 1997 ia dipindahtugaskan ke Polda Jatim. Setelah itu, Lilik bertugas di Polres Malang Kota (Makota), Polsek Blimbing, sebelum akhirnya menjadi Bhabinkamtibmas Karangbesuki, Polsek Sukun.
Karena dedikasinya dalam pengabdian, ia diapresiasi. Gelar Bhabinkamtibmas terbaik tahun 2019 di lingkungan Polres Makota diraihnya. Belum lama ini, dia menerima hadiah umrah dari Kapolres Makota saat dijabat  AKBP Asfuri yang sekarang pindah tugas ke Polda Metro Jaya.  (fino yudistira/van)



Loading...