MalangPost - WFH Guru SMPM 8 Batu Ciptakan Batik Ngolah Rogo

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

WFH Guru SMPM 8 Batu Ciptakan Batik Ngolah Rogo

Rabu, 08 Jul 2020, Dibaca : 2718 Kali

BATU - Ketika masuk di rumah Akbar Maulana Mahadi S.Pd, di Junrejo, Kota Batu, terasa sekali nuansa seni rupa pemiliknya. Padahal pemiliknya adalah seorang guru di SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu.

 Menariknya selama bekerja dari rumah, Akbar-nama panggilan Akbar Maulana Mahadi-mampu berkarya menciptakan batik Ngolah Rogo (olah raga).

Kok bisa? Tentu saja hal ini dijelaskan oleh sang maestro batik Akbar kemarin.Menurutnya, batik adalah ekspresi jiwa yang dituangkan di media kain atau yang lainya. Motif yang tergambar didalamnya pun seperti hidup penuh cerita, seringkali ketika batik seperti mendengarkan cerita. Halnya batik tulis ”Ngolah Rogo” merupakan judul karya batik tulis dari kata ngolah yang berarti mengolah dan rogo berarti raga atau badan.

 

Sehingga arti ngolahrogo merupakan segala apapun kegiatan yang menggerakan seluruh bagian tubuh untuk melatih fisik secara jasmani dan rohani.

 

Didalamnya, tandas Akbar,  terdapat motif dari perpaduan cabang-cabang olahraga yang distilasi, sehingga menjadi sebuah motif yang padu dan penuh makna. Batik ini ukuran 200cmX115 cm (2020) di kain katun primisima. Inspirasi membuat batik ngolahraga ini didapat sewaktu pencipta melihat baju yang digunakan oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Windra Rizkyana, M.Pd, dengan motif beberapa rumus matematika yang sesuai dengan latar belakang kependidikan di bidang matematika. Dari sinilah akhirnya Akbar terinspirasi untuk membuat batik yang bermotif unik dari beberapa cabang olahraga. Motif tersebut cabang sepak bola, panahan, voli, basket, renang dan cabang lainnya.

 

Menariknya, lanjut Akbar, batik ini diciptakan ketika program Work From Home (WFH), juga sebagai bentuk inovasi batik olahraga yang belum pernah ada selama ini. Bati ini mempunyai nilai estetika, sehingga pemakai dan penikmat batik tulis ngolahrogo akan mendapatkan energi positif yang membangun karakter sehat jasmani rohani dan termotivasi untuk giat ngolahrogo atau berolahraga di saat situasi pandemi atau saat keadaan normal.

 

Proses pembuatan batik ini, kata Akbar, diawali dari mengolah inspirasi menjadi sebuah objek gambar atau desain motif dari cabang olahraga yang kemudian dipindahkan pada kain primisima menggunakan pensil. Tahap selanjutnya adalah proses pencantingan dan pewarnaan jenis remasol.

 

Tahap berikutnya yaitu penguncian warna dengan cairan waterglass agar warna tidak mudah pudar. Sampai pada tahap akhir yaitu tahap pelorodan atau perebusan kain batik untuk menghilangkan malam batik yang menempel pada kain. Selama proses membuat batik ini tidak ada kesulitan. Sehingga pembuatan batik ini cukup singkat sekitar 5-6 hari mulai pembuatan desain hingga finishing.

 

Rencana kedepan? Akbar yang juga pemilik gallery batik Look and Like ini mengaku  batik ngolahrogo ini bisa dijadikan batik khusus majelis pendidikan dasar dan menengah, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga serta untuk menjaga keorisinilitas suatu desain motif batik pencipta akan mendaftarkan untuk mendapatkan hak paten.

 

“Kami berkarya seni  terus menciptakan desain batik yang inovatif serta menginspirasi. Karena sejak kecil kami belajar menggambar desain dan pernah mendalami ilmu seni dan desain di universitas Negeri Malang jurusan pendidikan seni rupa sehingga bertambah matang keahlian seni batik kami,” ujar guru Seni Budaya di SMPM 8 Batu ini. (don)

Editor : Redaksi
Penulis : Doni Osmon