MalangPost - Wajib Gaya Hidup Sehat dan Profesional

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Wajib Gaya Hidup Sehat dan Profesional

Selasa, 07 Apr 2020, Dibaca : 7026 Kali

CALIFORNIA - Gadis ring, atau dalam UFC dikenal sebagai gadis octagon, tak sekadar seksi. Gaya hidup mereka sehat dan bekerja dengan profesional. Dirangkum dari berbagai sumber, kenalkan namanya Brittney Palmer. Dia sudah menjadi gadis Octagon selama 12 tahun.

Pekerjaannya adalah tampil dengan busana seksi saat perhitungan berat (weigh-in) dan selama pertandingan sambil mengangkat papan ronde. Usianya kini 32 tahun.

"Yang pasti pertama-tama, sangat rileks dan hidupnya teratur," ujar Brittney Palmer membuka percakapan.

Pertandingan UFC yang kebanyakan digelar di AS berlangsung pada Jumat malam. Maka beberapa hari sebelumnya, dia harus menjaga kondisi fisik dengan berolahraga dan tidur cukup.

"Hari kamis malam adalah perhitungan berat, pekerjaan kami sudah mulai saat itu. Kemudian hari selanjutnya bertugas di octagon," terang Brittney.

Britnney mengaku, dia harus menjaga kondisi fisiknya dengan berolahraga secara teratur. Demi satu hal, bisa tampil seksi.

"Oh ya, tapi tidak melulu soal seksi ya. Maksudnya juga harus hidup sehat dan menjaga stamina," ungkapnya.

Soal keseksian, tak ayal pasti ada saja penonton yang menggoda atau cat calling. Bagaimana dia menghadapinya?

"Yah, sudah biasa sih. Kita sebagai gadis octagon juga bekerja secara profesional dan tahu bagaimana harus menghadapinya," jawab Brittney.

Kalau ada sampai yang kelewat batas? "Ada petugas keamanan kan, jadi kita bisa melaporkannya. Namun sejauh ini selama saya bekerja, tidak ada yang kelewat batas," terangnya.

Menurut Brittney, UFC merupakan suatu keluarga besar. Di dalam octagon memang adu jotos, tapi di luar ring semua saling respek.

"UFC lebih dari sekadar olahraga. Kita adalah keluarga besar yang masing-masing petarung punya latar kehidupan berbeda. Ada sisi emosional di sini, sangat menyenangkan," tutup wanita kelahiran California itu. (dts/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : detik