MalangPost - Tidak Displin, Wali Kota Ancam Berlakukan PSBB Tahap Kedua

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Tidak Displin, Wali Kota Ancam Berlakukan PSBB Tahap Kedua

Selasa, 02 Jun 2020, Dibaca : 1200 Kali

MALANG - Memasuki hari kedua masa transisi New Normal, Wali Kota Malang Sutiaji bersama Forpimda masih banyak menemukan masyarakat dan pusat perbelanjaan yang belum memenuhi aturan protokol kesehatan. Jika masih tidak displin, Sutiaji tidak menutup kemungkinan  akan memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua.


Selasa (2/6) kemarin, Sutiaji bersama Forpimda melakukan pemantauan pelaksanaan masa transisi paska PSBB ke pusat perbalanjaan, seperti MOG dan Alun-Alun Mall. Orang nomer satu di Pemkot Malang itu masih banyak menemukan pelanggaran terhadap displin protokol kesehatan yang telah diatur dalam Perwali No 19 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus.
"Selama dua hari, masih ada pusat perbelanjaan yang melanggar aturan. Mereka tidak menggunakan protap kesehatan sesuai protokol Covid-19," terang Sutiaji di sela-sela peninjauan di pusat perbelanjaan.


Sutiaji bersama dengan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson langsung memberikan teguran terhadap beberapa pengelola pusat perbelanjaan, diantaranya  MOG dan Alun-Alun Mall (Ramayana).
"Kami meminta pihak manajemen untuk memenuhi protokol kesehatan. Mulai dari pengisian buku tamu terhadap pengunjung, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun dan pemberian hand sanitizer," lanjut pria berkacamata ini.


Termasuk, penggunaan masker dan face shield kepada para karyawan yang bertugas. "Kami juga meminta pihak mall maupun tenant untuk menegur pengunjung yang tidak menggunakan masker," imbuh dia.
Jika memang masih banyak ditemukan pelanggaran menurutnya, pihak pusat perbelanjaan maupun tenant akan diberi teguran secara tertulis. "Kalau tetap tidak diindahkan, maka akan ditutup," tegas Sutiaji.


Sebab, menurut dia, saat ini masyarakat menganggap masa transisi New Normal sebagai masa re-Normal. Masyarakat beranggapan bahwa kehidupan normal sudah kembali seperti semula.
"Ini yang tidak dimengerti orang. New Normal ini adalah tatanan kehidupan baru yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, tetap jaga jarak dan sering cuci tangan," imbuh dia.


Kalau terus dibiarkan lanjut dia, penerapan New Normal tidak jadi diberlakukan. "Kalau seperti ini terus, masyarakat tidak disiplin, kami bisa menerapkan PSBB tahap kedua. Tujuan kami adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Malang," pungkas dia. (tea/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Amanda Egatya