MalangPost - Status Darurat Covid-19 telah Berakhir di Jepang

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Status Darurat Covid-19 telah Berakhir di Jepang

Selasa, 26 Mei 2020, Dibaca : 3720 Kali

MALANG POST - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe resmi mengumumkan bahwa status darurat Covid-19 telah berakhir di Jepang. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri pembatasan pada kegiatan ekonomi di Tokyo dan empat prefektur lainnya, ketika para ahli menilai penyebaran infeksi Covid-19 di Jepang saat ini sudah bisa dikendalikan.


Dilansir dari KyodoNews+ padaSelasa (26/5/2020), Abe resmi mencabut status keadaan darurat yang telah berlaku sejak April untuk wilayah metropolitan Tokyo, termasuk prefektur Chiba, Kanagawa dan Saitama, bersama dengan Hokkaido di Jepang utara seminggu lebih awal dari akhir yang dijadwalkan. Tetapi dia memperingatkan bahwa situasi darurat ulang mungkin dilakukan lagi jika infeksi Covid-19 kembali melonjak.


Dengan penghapusan pembatasan yang diberlakukan di bawah keadaan darurat, ekonomi Jepang yang dilanda resesi masih diperkirakan akan dapat pulih kembali, meskipun dengan kecepatan bertahap.
“Saya telah memutuskan untuk mengakhiri keadaan darurat di seluruh negara,” ujar Abe dalam konferensi pers yang disiarkan televisi lokal.
“Hanya dalam waktu satu setengah bulan, kami hampir mengendalikan situasi (infeksi),” ungkap dia.


Meski demikian, perlu digarisbawahi, pencabutan status darurat Covid-19 di Jepang ini tidak berarti virus tersebut benar-benar hilang atau infeksi turun ke nol. Ini juga tidak berarti Jepang telah sepenuhnya berhasil memenangkan pertarungan melawan Covid-19 sementara negara lain masih terus berupaya mengatasinya.
“Pertarungan kami melawan virus akan berlanjut,” kata Abe ketika para pakar kesehatan menyerukan kewaspadaan yang berkelanjutan terhadap gelombang kedua atau ketiga infeksi.


Abe juga telah mempertimbangkan kebutuhan untuk menjaga infeksi baru di bawah kendali terhadap kebutuhan mendesak untuk meremajakan ekonomi karena jumlah kasus virus Korona yang baru dilaporkan berada dalam tren menurun. Alih-alih menjaga batasan ketat dan meminta orang untuk mengurangi kontak dengan orang lain hingga 80 persen, Jepang perlu mencari cara baru untuk secara bertahap meningkatkan tingkat kegiatan sosial dan ekonomi dengan mengambil langkah-langkah pencegahan virus yang tepat.


Pemerintah juga menyerukan masyarakat Jepang untuk mengadopsi gaya hidup baru, yang melibatkan pemakaian masker wajah, tetap menjaga jarak sosial dan bekerja dari rumah. Abe menyebut juga, teleworking (bekerja dari jauh) dapat mengubah gaya kerja orang dan mengurangi kereta yang penuh sesak, terutama di daerah perkotaan. (jpg/mp)

Editor : Redaksi
Penulis : jpg