Ramadan Di Rumah, SD Insan Amanah Gelar Lomba Pildacil

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


Ramadan Di Rumah, SD Insan Amanah Gelar Lomba Pildacil

Rabu, 20 Mei 2020, Dibaca : 1698 Kali

MALANG - Meskipun pondok Ramadan tidak terlaksana seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak lantas membuat mengurangi kemeriahan nuansa Ramadan yang dijalankan siswa-siswi SD Insan Amanah. Beberapa hari yang lalu, dalam rangka program ramadan SD Insan Amanah menggelar Lomba Pildacil untuk para siswanya.

 

Namun tidak seperti biasanya, lomba ini dilaksanakan di rumah masing-masing siswa. Hal tersebut tidak lain karena kondisi saat ini yang masih dalam masa Pandemi Covid-19.

Orang tua ikut terlibat dalam lomba ini dengan membuat sebuah rekaman video aksi anak-anaknya saat berpidato. Kemudian video tersebut dikirimkan ke guru untuk dinilai. Meskipun konsepnya sederhana dan dilakukan jarak jauh rupanya respon siswa dan antusiasme orang tua cukup besar. “Ternyata respon mereka sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya kiriman video pada kami,” ucap Waka Keislaman SD Insan Amanah, Yakmun Taufik, M.Pd.I., kepada Malang Post.

 

Bahkan beberapa orang tua membuat konsep yang tidak biasa. Diantara mereka ada yang rela membuatkan panggung kecil untuk anaknya tampil. Dan anggota keluarga yang lain berperan sebagai jamaahnya. “Kami menilai ini luar biasa, mereka begitu kreatif dan bersungguh-sungguh,” ujarnya.

Video lomba pildacil tersebut sudah terkumpul di panitia. Selanjutnya akan dilakukan penilaian. Rencananya pemenang akan diumumkan dalam waktu dekat. Sementara hadiah bagi para pemenang akan diberikan usai lebaran saat masuk sekolah. “Kalau kondisi pandemi juga belum reda, maka kami akan mengirimkan hadiah untuk anak-anak yang juara ke rumah mereka melalui jasa antar,” tambahnya.

 

Selain lomba dakwah cilik, SD Insan Amanah selama Ramadan juga menggelar lomba-lomba lain yang berkaitan dengan materi Pendidikan Agama Islam. Diantaranya, lomba tartil, sari tilawah dan kaligrafi dengan menggunakan komputer. Semuanya telah terlaksana dengan lancar dan sukses.

Taufik mengatakan, meskipun dalam masa pandemi  aktivitas anak didiknya dikatakan hampir tidak berkurang. Kecuali aktivitas pondok ramadan yang keluar sekolah. Seperti berbagi sembako atau santunan pada duafa. Termasuk program pentasyarrufan zakat yang biasanya rutin digelar di penghujung pondok ramadan. “Rutinitas tetap berjalan seperti biasanya, kecuali yang berkaitan dengan masyarakat dan mengumpulkan banyak orang,” kata dia.

 

Ia menegaskan, bahwa pembatasan oleh pemerintah terkait aktivitas selama masa pandemi hanya pada tempat, bukan pada nilai ibadah. Sehingga menurutnya, tidak ada alasan bagi kaum muslimin untuk membatasi atau mengurangi ibadah di Bulan Suci Penuh Rahmat.  “Pembatasan konteksnya pada tempat saja. Bukan pada konteks nilai ibadah. Jadi jangan membatasi ibadah yang mengakibatkan nilai ramadan kita tahun ini menjadi berkurang,” tuturnya.

 

Masa pandemi yang tidak kunjung selesai hingga memasuki Bulan Ramadan, lanjut dia, hendaknya menjadi bahan evaluasi dan intropeksi diri. Pandemi Covid-19 menjadi cobaan bagi umat manusia yang hingga kini mengakibatkan kepanikan global. “Ini harus kita pikirkan sambil bermuhasabah untuk semakin dengan Allah, bukan malah sebaliknya, semakin jauh,” tandasnya.

 

Sementara itu, menjelang masuknya Bulan Ramadan beberapa waktu lalu, SD Insan Amanah juga melakukan aksi sosial. Dengan memberikan ratusan paket sembako kepada warga yang terdampak covid-19. Aksi tersebut didukung oleh orang tua siswa hingga terkumpul dana sebesar Rp. 53 juta. “Kami tidak menyangka betapa besarnya respon orang tua terhadap program sosial yang kami gulirkan, padahal penggalangan dana hanya tiga hari,”  pungkasnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi